Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui digitalisasi sistem perpajakan. Komitmen ini ditegaskan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri High Level Meeting dan Gebyar Pajak yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Acara bertajuk “Percepatan Digitalisasi dan Optimalisasi Penerimaan Daerah” tersebut dihadiri Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Sumbar, serta perwakilan berbagai instansi pada Kamis (14/8/2025) di Auditorium Gubernuran.
Berbagai strategi optimalisasi penerimaan daerah dibahas dalam kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Mahyeldi, termasuk integrasi data pajak, penguatan infrastruktur digital, hingga harmonisasi regulasi.
Elzadaswarman menilai, digitalisasi pajak akan meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah. “Pajak yang dikelola secara digital akan meminimalisir kebocoran, mempercepat pelayanan, dan memastikan setiap rupiah yang dibayarkan masyarakat kembali menjadi manfaat nyata. Kami di Payakumbuh siap bersinergi dan mengimplementasikan hasil forum ini,” tegasnya pada Kamis (14/8/2025).
Selain membahas strategi digitalisasi, acara juga dirangkaikan dengan Gebyar Pajak sebagai bentuk apresiasi kepada wajib pajak berprestasi. Bapenda Sumbar memberikan empat paket umrah dan 50 hadiah menarik untuk wajib pajak kendaraan bermotor yang taat, sebagai dorongan meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat membayar pajak.
Gubernur Mahyeldi dalam sambutannya menekankan pentingnya meninggalkan sistem manual yang dinilai rawan keterlambatan dan ketidakakuratan. Ia mengungkapkan bahwa PAD Sumbar tahun 2025 mencapai Rp2,83 triliun atau 46,11 persen dari total pendapatan daerah Rp6,14 triliun, dengan pajak daerah menyumbang 74,65 persen dari PAD tersebut.
“Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tapi juga perubahan cara berpikir dan bekerja. Kita ingin pelayanan pajak menjadi cepat, transparan, akuntabel, dan membangun kepercayaan publik,” ujarnya.
Kepala Bapenda Sumbar, Syefdinon, yang juga Ketua Panitia, mengatakan forum tersebut menjadi ruang strategis untuk menyatukan langkah pemerintah provinsi, kabupaten/kota, perbankan, aparat penegak hukum, dan masyarakat dalam mewujudkan sistem pajak yang inovatif, inklusif, dan berkeadilan.
Dengan dukungan semua pihak, percepatan digitalisasi pajak diharapkan dapat segera terwujud di seluruh daerah, termasuk Kota Payakumbuh, guna mendorong kemandirian fiskal daerah.











