Agam – Sebanyak 13 nagari persiapan di Kabupaten Agam tinggal menunggu penetapan sebagai nagari definitif setelah tim verifikasi Kementerian Dalam Negeri menyatakan seluruhnya telah memenuhi syarat. Kepastian itu didapat usai verifikasi lapangan yang menilai jumlah penduduk serta ketersediaan sarana dan prasarana.

Ketua Tim Verifikasi Kemendagri, Andi Yuliarmiangsyah Razmi, mengatakan dari 14 desa atau nagari yang diverifikasi, semuanya dinyatakan memenuhi ketentuan. Rinciannya, 13 nagari persiapan berada di Kabupaten Agam dan satu nagari lainnya di Kabupaten Lima Puluh Kota.

“Terkait jumlah penduduk dan dukungan sarana prasarana dari 14 desa atau nagari, yakni di 13 nagari persiapan di Kabupaten Agam, dan 1 nagari di Kabupaten Lima Puluh Kota, sudah memenuhi syarat,” kata Andi, dikutip dari AMCNews, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, tahapan selanjutnya akan dilanjutkan dengan verifikasi akhir di Jakarta. Pada tahap itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama tim penataan kabupaten akan memaparkan urgensi, potensi, dan sejumlah alasan lain mengapa nagari-nagari tersebut perlu segera didefinitifkan.

“Untuk waktunya akan disesuaikan dari kesiapan pemerintah daerah yang dikomunikasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat ke Kemendagri,” ujarnya.

Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Sumbar, Ezenddin Zain, menyambut baik kedatangan tim Kemendagri yang turun langsung ke lapangan. Ia memastikan pemerintah daerah akan menindaklanjuti seluruh masukan yang disampaikan dalam rapat evaluasi.

“Terkait masukan dari tim Kemendagri setelah rapat evaluasi, kami segera akan menindaklanjuti dengan melakukan kolaborasi,” katanya.

Ezenddin juga mengapresiasi para wali nagari dan pj wali nagari persiapan yang dinilainya telah memberi dukungan positif selama proses verifikasi. Ia menyebut tim penataan desa di kabupaten akan menyiapkan seluruh kebutuhan untuk klarifikasi akhir di Kemendagri.

“Mudah-mudahan apa yang kita lakukan hari ini bisa menjawab kerinduan masyarakat agar nagari menjadi nagari defenitif,” harapnya.

Sekda Agam Mhd Lutfi turut menyampaikan terima kasih atas kunjungan tim Kemendagri ke Agam. Menurut dia, kedatangan tim bukan hanya untuk verifikasi lapangan, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi.

“Semoga nagari persiapan ini bisa manjadi nagari defenitif, karena Pemkab Agam komit untuk terus meningkatkan dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.

Meski hasil awal sudah dinyatakan memenuhi syarat, Mhd Lutfi menegaskan masih ada sejumlah penyempurnaan yang perlu dilakukan agar hasil verifikasi lebih optimal.

Adapun 13 nagari persiapan itu tersebar di tiga kecamatan. Di Kecamatan Lubuk Basung terdapat Parit Panjang, Kandih, Sangkir, Surabayo, dan Sungai Jariang. Di Kecamatan Palembayan ada Tigo Koto Silungkang Timur.

Sementara di Kecamatan Tilatang Kamang, nagari persiapan meliputi Koto Tangah Sidang Koto Laweh, Koto Tangah Malintang, Koto Tangah Tujuah Nagari, Koto Tangah Lamo, Gadut Barat, Gadut Timur, dan Aro Kandikia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *