Berikut adalah hasil penulisan ulang berita:

Bukittinggi – Universitas Islam Negeri (UIN) Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi bersiap mengukuhkan 12 guru besar pada 23 Juli mendatang. Momentum ini akan disandingkan dengan peluncuran buku berjudul Dialektika Keilmuan dalam pendekatan Lokalitas dan Kontemporer.

Rektor UIN Sjech M.Djamil Djambek Bukittinggi, Prof Dr. Silfia Hanani, pada Jumat (27/6/2025) mengonfirmasi rencana pengukuhan tersebut. “Kami akan melakukan pengukuhan sejumlah guru besar yang sudah menyandang gelar profesor,” ujarnya di Bukittinggi.

Adapun nama-nama yang akan dikukuhkan, antara lain mantan Rektor UIN, Prof Dr Ridha Ahida.M.Hum sebagai guru besar bidang Filsafat, Prof. Silfia Hanani sebagai guru besar di bidang Ilmu Sosiologi, Prof. Dr. Syafwan,.M.Ag sebagai guru besar bidang Studi Agama Islam, Prof. Dr. Nunu Burhanuddin sebagai guru besar bidang Pemikiran Islam, Prof. Dr. Zulfani Sasmiarmi sebagai guru besar bidang Ilmu Tekhnologi Pendidikan, Prof Dr. Ismail M.Ag sebagai guru besar Ilmu Fiqih, dan Prof Dr. Busra M.Ag sebagai guru besar Ilmu Fiqih.

Selain itu, Prof Dr Asyari, S.Ag.M.Si akan dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ekonomi, Prof. Dr. Hesi Eka Puteri sebagai guru besar Ekonomi Keuangan, Prof. Dr. Novi Hendri sebagai guru besar bidang Islam dan Modernisasi Beragama, Prof. Dr.Liz Izmuddin MA, sebagai guru besar Hukum Ekonomi Islam (Fiqh Muamalah), dan Prof. Dr. Nofiardi,M..Ag sebagai guru besar bidang Hukum Keluarga Islam di Indonesia.

Silfia Hanani menyampaikan apresiasi atas pencapaian yang diraih para guru besar tersebut. Menurutnya, guru besar adalah jabatan fungsional tertinggi bagi seorang dosen yang masih aktif mengajar. Untuk mencapai posisi tersebut, seorang dosen harus memenuhi berbagai persyaratan, termasuk kualifikasi akademik Doktor (S3), pengalaman mengajar minimal 10 tahun, dan telah menduduki jabatan lektor kepala minimal 2 tahun.

“Seorang dosen juga harus memiliki karya ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal Internasional yang bereputasi minimal sebagai penulis utama, serta memiliki angka kredit komulatif yang dipersyaratkan untuk jabatan guru besar seperti mengajar, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan publikasi,” jelasnya pada Jumat (27/6/2025).

Silfia Hanani berharap para guru besar yang akan dikukuhkan pada 23 Juli mendatang dapat memberikan kontribusi nyata baik di lingkungan kampus maupun di tengah-tengah masyarakat. Buku Dialektika Keilmuan yang akan diluncurkan berisi tentang pemikiran dan gagasan dari para guru besar tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *