PEKANBARU – Optimisme terhadap pasar Indonesia sebagai pusat pengembangan kecerdasan buatan (AI) diungkapkan oleh Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania. Keyakinan ini didasari oleh data internal perusahaan yang menunjukkan bahwa 78 persen pengguna Samsung di Indonesia telah mengadopsi Galaxy AI.
President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, CU Kim, pada Jumat (27/6/2025) menyampaikan bahwa perusahaan memiliki tujuan untuk memastikan teknologi AI dapat diakses dan memberikan manfaat bagi semua kalangan. “Tujuan kami adalah mendemokratisasi AI, memastikan teknologi ini bisa memberikan manfaat nyata untuk berbagai kalangan, terlepas dari tingkat literasi teknologi mereka,” ujarnya.
Sebagai bentuk komitmennya, Samsung meluncurkan Galaxy S25 FE, sebuah perangkat yang dirancang dengan harga terjangkau namun tetap menawarkan inovasi kelas flagship. Perangkat ini dibekali dengan fitur-fitur canggih Galaxy AI, performa yang andal, dukungan pembaruan perangkat lunak jangka panjang, serta sistem kamera berbasis AI yang setara dengan perangkat flagship.
Galaxy S25 FE hadir dengan One UI 8 sejak awal penggunaan, memungkinkan pengguna untuk menikmati produktivitas multimodal dan pengalaman AI terbaru, termasuk fitur ProVisual Engine, Generative Edit, dan Audio Eraser.
Samsung menargetkan Gen Z dan Milenial sebagai pengguna utama Galaxy S25 FE, yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup digital native yang aktif di media sosial, pembuatan konten, dan hiburan. Perusahaan menyebut perangkat ini sebagai smartphone paling “worth it” bagi segmen muda yang ekspresif dan dinamis.
Selain inovasi produk, Samsung juga menegaskan komitmen jangka panjangnya terhadap Indonesia. Pabrik Samsung di Cikarang, Jawa Barat, telah mengekspor lebih dari 12 juta unit smartphone dan tablet sepanjang periode 2015-2024, serta menciptakan 11.000 lapangan kerja.
Samsung R&D Institute Indonesia juga berperan penting dalam menghadirkan dukungan bahasa Indonesia di Galaxy AI. Selain itu, program edukasi seperti Samsung Innovation Campus dan Solve for Tomorrow telah membekali lebih dari 51.000 pelajar dengan keterampilan di bidang AI, IoT, dan coding.
CU Kim menambahkan bahwa komitmen Samsung tidak hanya terbatas pada inovasi flagship. “Komitmen kami tidak berhenti pada inovasi flagship. Kami ingin menghadirkan pengalaman AI yang personal, intuitif, dan relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia,” tegasnya pada Jumat (27/6/2025).
Dengan lebih dari 800 toko resmi yang tersebar di seluruh Indonesia, Samsung berupaya memperluas kesempatan bagi konsumen untuk merasakan langsung keunggulan Galaxy AI.
Melalui kombinasi produk inovatif, jaringan ritel yang kuat, dan integrasi ekosistem, Samsung menyatakan optimis dapat memperkuat posisinya sebagai mitra teknologi yang memberdayakan, menginspirasi, dan menghubungkan masyarakat Asia Tenggara.











