Pekanbaru – Peningkatan signifikan jumlah titik panas di Sumatera, khususnya di Provinsi Riau, memicu kewaspadaan tinggi. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat adanya 264 titik panas yang terdeteksi melalui data citra satelit pada Minggu (3/8/2025).

Riau menjadi penyumbang titik panas terbanyak dengan 247 titik yang tersebar di berbagai wilayah. Rokan Hilir menjadi daerah dengan jumlah titik panas tertinggi, mencapai 160 titik, disusul Bengkalis dengan 74 titik.

Seorang petugas BMKG Pekanbaru pada Minggu (3/8/2025) mengatakan, selain dua wilayah tersebut, Dumai juga terpantau memiliki 8 titik panas, Rokan Hulu 3 titik, dan Pelalawan 2 titik. “Selain itu, Dumai terpantau memiliki 8 titik panas, Rokan Hulu 3 titik, dan Pelalawan 2 titik,” katanya.

Sementara itu, wilayah lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas. Sumatera Utara mencatat 11 titik panas, Jambi 3 titik, dan Sumatera Selatan juga 3 titik.

Meski terjadi peningkatan jumlah titik panas, jarak pandang di beberapa wilayah Riau masih tergolong aman. Pantauan pada pukul 16.00 WIB pada Minggu (3/8/2025) menunjukkan jarak pandang di Pekanbaru dan Tambang mencapai 10 kilometer, Pelalawan 9 kilometer, dan Rengat 8 kilometer.

Pemerintah daerah bersama Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di wilayah dengan sebaran titik panas tinggi seperti Rokan Hilir dan Bengkalis. Koordinasi lintas sektor dan respons cepat dinilai penting untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi merusak kualitas udara dan membahayakan kesehatan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *