Pekanbaru – Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah tenaga kerja Indonesia yang bekerja di luar negeri. Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding menyampaikan, terdapat 352.000 peluang kerja di 45 negara yang terbuka bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Hal tersebut diungkapkan Abdul Kadir Karding saat memberikan kuliah umum bertajuk Peluang Kerja Luar Negeri dan Migrasi Aman di Universitas Islam Riau (UIR), Rabu (16/7/2025).
Menurutnya, peluang kerja tersebut mencakup sekitar 140 jenis pekerjaan yang tersedia bagi calon PMI yang memenuhi prosedur dan memiliki dokumen lengkap yang terdaftar di Kementerian P2MI.
“Peluang kerja itu mencakup sekitar 140 jenis pekerjaan bagi calon PMI yang mengikuti prosedur dan memiliki dokumen lengkap terdaftar di Kementerian P2MI,” ujar Abdul Kadir Karding, Rabu (16/7/2025).
Karding menegaskan, pemerintah tidak melarang masyarakat untuk bekerja di luar negeri, asalkan semua prosedur dan dokumen dipersiapkan dengan baik. Ia juga menyoroti pentingnya kesiapan keterampilan dan legalitas bagi mereka yang ingin bekerja di luar negeri.
Menteri Karding menyampaikan di hadapan ratusan mahasiswa UIR, Rabu (16/7/2025), bahwa bekerja di luar negeri harus dibekali dengan keterampilan yang memadai. “Terjamin mutu dan kualitasnya, saya menekankan itu negara orang. Kalau Anda tidak punya skill, tidak mengerti bahasa, yang ada bukan senang, malah dapat masalah, jadi gelandangan di sana,” tegasnya.
Lebih lanjut, Karding menyampaikan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ada sekitar 1 juta lulusan perguruan tinggi dan sekolah yang belum terserap pasar kerja. Ia berharap kuliah umum ini dapat membuka wawasan mahasiswa tentang peluang kerja di luar negeri dan pentingnya mengikuti jalur legal.
Karding menambahkan, kuliah umum yang disampaikannya diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kesempatan kerja di luar negeri dan pentingnya mengikuti prosedur yang sah demi keselamatan dalam bekerja dan saat kembali ke Indonesia. “Melalui kuliah umum ini saya berharap bisa membuka wawasan mahasiswa terkait peluang kerja di luar negeri serta pentingnya mengikuti jalur legal demi keselamatan dalam bekerja dan kembali ke Indonesia,” pungkasnya, Rabu (16/7/2025).











