PADANG – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional II Sumatera Barat (Divre II Sumbar) terus berupaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memperluas akses layanan kesehatan. Langkah ini diwujudkan melalui optimalisasi fasilitas kesehatan yang meliputi Klinik Mediska Padang, Klinik Mediska Lubuk Alung, serta pos kesehatan yang tersebar di stasiun-stasiun di wilayah operasional Divre II Sumbar.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, pada Jumat (27/6/2025) menjelaskan, Klinik Mediska Padang yang berlokasi di Jl. Andalas No. 3, Kota Padang, telah melayani 3.601 peserta BPJS dan 1.234 peserta dari pekerja KAI beserta keluarga hingga Agustus 2025. “Klinik ini menyediakan layanan kesehatan tingkat pertama yang komprehensif, termasuk poli umum, poli gigi, poli kesehatan ibu dan anak, serta layanan kefarmasian,” jelasnya. Klinik ini melayani rata-rata 80 pasien setiap harinya.
Klinik Mediska Lubuk Alung yang terletak di Stasiun Lubuk Alung juga memberikan layanan kesehatan tingkat pertama, seperti poli umum dan farmasi, dengan rata-rata kunjungan 3-4 pasien per hari. Saat ini, klinik tersebut sedang dalam proses pengajuan kerja sama dengan BPJS.
Reza Shahab berharap proses kerjasama dengan BPJS dapat segera terealisasi. “Agar Klinik Mediska Lubuk Alung dapat memberikan kontribusi maksimal kepada masyarakat di sekitar stasiun melalui layanan kesehatan,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).
Kedua klinik ini telah memperoleh akreditasi paripurna dari Kementerian Kesehatan sebagai bukti jaminan mutu layanan. Klinik beroperasi dari Senin hingga Sabtu, dengan jam layanan Senin-Kamis pukul 08.00-16.00 WIB dan Jumat-Sabtu pukul 08.00-15.00 WIB. Klinik tutup pada hari Minggu dan hari libur nasional.
Reza Shahab menambahkan, akreditasi paripurna yang diraih Klinik Mediska diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan mendorong penerapan pola hidup sehat di lingkungan sekitar.
Untuk mempermudah akses, Klinik Mediska Padang juga menyediakan pendaftaran online melalui aplikasi Mobile JKN. Pasien dapat merencanakan kunjungan, mengambil nomor antrean, memilih dokter, dan menyampaikan keluhan sebelum datang ke klinik.
Selain layanan rutin, Klinik Mediska Padang juga mendukung program pemerintah, termasuk penanganan tuberkulosis (TBC) bagi pekerja KAI dan peserta BPJS. Penumpang kereta api yang merasa kurang sehat di Stasiun Padang juga dapat memanfaatkan layanan kesehatan di klinik ini.
Reza Shahab menyimpulkan, kehadiran Klinik Mediska Padang dan Klinik Mediska Lubuk Alung tidak hanya bermanfaat bagi pekerja KAI, tetapi juga bagi masyarakat luas dengan menyediakan akses kesehatan yang mudah dijangkau dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah operasi KAI Divre II Sumbar. “Kami ingin memastikan pekerja KAI, keluarga, dan masyarakat umum mendapatkan layanan kesehatan yang layak, mudah diakses, dan berkualitas,” tutupnya.











