Padang – Ribuan mahasiswa baru Politeknik Negeri Padang (PNP) mendapatkan edukasi investasi sejak dini dari PT Pegadaian melalui acara “Pegadaian Goes to Campus” pada Sabtu (16/8). Program ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda tentang literasi keuangan dan investasi.
Kepala Divisi Operasional Human Capital Pegadaian, Dhopi Prawana, mengajak mahasiswa baru untuk memulai investasi sejak awal perkuliahan. Ia menekankan pentingnya menyisihkan sebagian uang jajan untuk berinvestasi. “Sisihkan saja 5-10 persen dari uang jajan atau kiriman orang tua untuk berinvestasi. Jangan gunakan sisa uang, tetapi sisihkan dari awal,” tuturnya pada Sabtu (16/8).
Salah satu produk yang ditawarkan adalah Tabungan Emas, yang memungkinkan mahasiswa memulai investasi dengan modal awal hanya Rp10.000. Dhopi mencontohkan, investasi emas bisa meningkat signifikan seiring waktu, bahkan ia memperkirakan pertumbuhan nilai investasi emas bisa mencapai 38% per tahun.
“Bayangkan, saat kalian lulus nanti, emas kalian sudah banyak dan nilainya bertambah. Ini bagian dari upaya kami mendukung program pemerintah untuk meningkatkan literasi keuangan dan investasi bagi anak muda, agar mereka bisa merencanakan masa depan mulai dari hari ini,” ujar Dhopi.
Selain ajakan berinvestasi, Dhopi Prawana mengungkapkan, Pegadaian juga menawarkan program magang bagi ribuan mahasiswa PNP. Ia menjelaskan bahwa magang adalah sarana penting bagi mahasiswa untuk mengenal dunia kerja lebih dekat, memahami kebutuhan industri, dan menguasai keterampilan yang relevan.
“Melalui magang, mahasiswa bisa melihat secara langsung bagaimana dunia kerja itu berjalan, bagaimana perkembangannya, serta apa saja kebutuhan dan tuntutan industri saat ini,” jelas Dhopi.
Selain magang, ada pula program Duta Emas Pegadaian yang memberikan insentif sebesar Rp750.000 per bulan bagi mahasiswa yang berhasil mencapai target dalam memperkenalkan produk investasi emas kepada masyarakat kampus. “Program ini bukan hanya untuk mencari keuntungan, tetapi juga untuk memberikan pengalaman, melatih keterampilan, serta membangun jaringan dengan dunia usaha,” tambah Dhopi.
Direktur PNP, Surfa Yondri, menyambut baik kolaborasi ini. Ia berharap mahasiswa dapat mengintegrasikan pembelajaran di kelas dengan praktik nyata, sehingga mereka bisa lebih siap menghadapi persaingan kerja setelah lulus. “Ini bukan hanya sekadar investasi, tetapi proses belajar. Pertama, mahasiswa harus memahami dirinya. Kedua, mereka perlu belajar bagaimana sebuah proses bisnis berjalan. Dan ketiga, mahasiswa bisa berkontribusi langsung dalam program tersebut,” tutupnya.
Acara yang dihadiri oleh jajaran petinggi PNP dan perwakilan Pegadaian ini dimeriahkan dengan berbagai hadiah dan suvenir menarik bagi mahasiswa yang beruntung.











