Palembang – Komunitas Seni Nan Tumpah (KSNT) tampil memukau dalam Festival Teater Sumatera (FTS) III dengan lakon “Indomiii Rasa Rendang/Sambil Menyelam Minum Plastik”. Pertunjukan yang digelar di Taman Budaya Sriwijaya, Palembang, sejak Rabu (25/9/2025) ini, menjadi sorotan di antara berbagai kelompok seni teater dari berbagai daerah di Sumatera.

Menurut Sutradara dan pimpinan KSNT, Mahatma Muhammad, pementasan ini merupakan penampilan kedua setelah sebelumnya dipresentasikan sebagai pertunjukan pembuka di Festival Pekan Nan Tumpah pada Sabtu (24/8/2025). Meskipun alur cerita tidak banyak berubah, penyesuaian tetap dilakukan untuk memaksimalkan elemen-elemen yang ada.

“Pertunjukan ini menyentuh isu-isu tentang tanah, makanan, dan ingatan,” kata Mahatma, Jumat (26/9/2025). Ia berharap pertunjukan ini dapat lebih matang dan sesuai dengan ekspektasi penonton pada FTS III.

FTS III sendiri mengusung tema “Pangan: Tanah, Air, dan Ingatan,” yang menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya alam terkait pangan, serta ingatan kolektif masyarakat terhadap tradisi dan budaya makanan. Tema ini dipilih karena kekayaan alam Sumatera yang melimpah.

Menanggapi tema tersebut, Mahatma menjelaskan bahwa KSNT menampilkan “Indomiii Rasa Rendang/Sambil Menyelam Minum Plastik” sebagai bentuk satir terhadap fenomena makanan instan yang merajalela, khususnya mi instan rasa “rendang.”

Pertunjukan ini mengkritisi pergeseran tradisi memasak rendang yang memakan waktu lama menjadi makanan instan yang instan. Selain itu, juga menggambarkan bagaimana kebijakan publik dan industri pangan menyembunyikan krisis pangan di balik kemasan kemakmuran.

“Kami mencoba memadukan elegi agrarian, satir pangan, dan absurditas visual untuk mengupas bagaimana krisis pangan diselesaikan dengan bungkus kemakmuran. Dari dapur tradisi yang dihancurkan budaya instan, tanah dan air yang menjadi komoditas, hingga orasi satiris yang memuja ‘kemajuan’ sambil menyingkap industri dan negara yang menjual polusi sebagai solusi,” ujar Mahatma pada Jumat (26/9/2025).

“Indomiii Rasa Rendang/Sambil Menyelam Minum Plastik” juga menyoroti masalah lingkungan, di mana plastik yang mencemari tanah, laut, dan tubuh manusia menjadi simbol absurditas masyarakat konsumtif. Pertunjukan ini memadukan bahasa propaganda, tubuh warga, dan sampah plastik untuk menggambarkan dampak buruk modernitas dan industrialisasi terhadap pangan dan lingkungan.

Selain KSNT, FTS III juga menampilkan sembilan kelompok teater lainnya dari berbagai daerah di Sumatera, seperti Teater Potlot (Sumatera Selatan), Teater Umak (Palembang), Rumah Sunting (Riau), Teater Air (Jambi), Medan Teater (Sumatera Utara), Komunitas Berkat Yakin (Lampung), Komunitas Seni Hitam Putih (Sumatera Barat), Teater Senyawa (Bengkulu), dan Teater Seinggok Sepemunyian (Prabumulih, Sumatera Selatan). FTS III juga menyelenggarakan pameran poster pertunjukan sebagai bagian dari rangkaian acara.

Dengan hadirnya pertunjukan “Indomiii Rasa Rendang/Sambil Menyelam Minum Plastik” di FTS III, KSNT berharap dapat mengajak masyarakat untuk lebih kritis terhadap fenomena sosial, budaya, dan lingkungan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga tradisi, alam, dan makanan sebagai bagian dari warisan budaya yang berharga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *