Padang – Dokter spesialis kandungan dari Semen Padang Hospital (SPH) mengingatkan wanita usia subur untuk melakukan deteksi dini terhadap kista dan miom. Hal ini dikarenakan banyak wanita yang tidak menyadari keberadaan tumor jinak tersebut hingga ukurannya membesar dan menimbulkan keluhan.

Miom sendiri merupakan benjolan padat yang tumbuh dari otot rahim akibat pertumbuhan sel abnormal. Sementara itu, kista adalah kantong berisi cairan, darah, atau jaringan yang berkembang di ovarium. Meskipun bersifat jinak, keduanya dapat mengganggu kesehatan dan kesuburan jika tidak ditangani sejak awal.

dr. Deo Cerlova Milano, Sp.OG (Spesialis Obgyn) dari Semen Padang Hospital (SPH) menjelaskan bahwa gejala awal kista atau miom seringkali diabaikan. “Masalahnya, gejala awal sering kali dianggap hal biasa. Perut bagian bawah terasa penuh atau muncul benjolan, menstruasi berlangsung lebih lama dengan darah yang lebih banyak, nyeri hebat saat haid, atau perut yang tiba-tiba membesar. Ada juga yang mengalami nyeri saat berhubungan intim atau kesulitan hamil. Keluhan-keluhan tersebut bisa menjadi tanda kista atau miom yang sebaiknya segera diperiksakan,” katanya pada Jumat (27/6/2025).

Deo menambahkan, risiko kista atau miom dapat meningkat karena beberapa faktor, seperti riwayat keluarga, menstruasi pertama di usia muda, kelebihan berat badan, dan pola makan tinggi lemak jenuh. “Sayangnya, kebiasaan enggan melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan membuat banyak kasus baru diketahui ketika kondisinya sudah cukup serius,” jelasnya.

Untuk menekan risiko tersebut, Deo menyarankan untuk menjalani gaya hidup sehat. Caranya adalah dengan memperbanyak konsumsi sayuran, buah, dan makanan tinggi serat, memilih sumber protein sehat seperti ikan, kacang-kacangan, atau daging tanpa lemak, serta mengurangi makanan olahan tinggi gula dan lemak jenuh.

“Menjaga berat badan tetap ideal dan melakukan pemeriksaan reproduksi secara rutin, meski tanpa keluhan, juga sangat dianjurkan,” imbuhnya.

Mengingat kista dan miom sering tumbuh tanpa gejala berarti di awal, deteksi dini menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan rahim dan kesuburan. Semakin cepat terdeteksi, penanganan akan semakin mudah dan prognosis kesehatan reproduksi serta kesuburan akan semakin baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *