Padang – Universitas Negeri Padang (UNP) menggelar pelatihan jurnalisme investigasi bagi jurnalis lokal. Pelatihan yang berfokus pada isu perubahan iklim ini diadakan di Kopigo Pondok, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Minggu (27/07/2025).
Sebanyak 10 jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Padang mengikuti pelatihan bertajuk In-Depth Reporting for Environment. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalis dalam mengidentifikasi dan memberitakan isu-isu perubahan iklim yang berdampak pada Kota Padang, serta memperluas wawasan mereka.
Evelynd, Ketua Tim PKM UNP, mengatakan bahwa isu lingkungan masih kurang mendapat perhatian di media lokal. “Pemberitaan tentang isu lingkungan di media lokal masih sangat minim,” katanya.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli, yaitu Jaka HB, seorang jurnalis dari Mongabay Indonesia, dan Febrianti, jurnalis dari TEMPO yang juga merupakan anggota AJI Padang. Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi pemaparan materi dan sesi praktik observasi lapangan.
Dalam sesi pemaparan materi, Jaka HB menjelaskan bahwa perubahan iklim memunculkan berbagai polemik yang memerlukan perspektif geosentris dalam peliputan. Ia juga menjelaskan perbedaan antara liputan investigasi dan in-depth reporting. Menurutnya, liputan investigasi fokus pada pertanyaan “siapa pelaku,” sedangkan in-depth reporting lebih fokus pada pertanyaan “bagaimana” dan “mengapa”.
Jaka menambahkan bahwa jurnalisme data memiliki peran penting dalam jurnalisme investigasi. “Jurnalisme data sangat erat kaitannya dengan jurnalisme investigasi karena membantu mendapatkan data yang akurat dari berbagai sumber,” ujarnya pada Minggu (27/07/2025).
Pada sesi berikutnya, Febrianti menekankan pentingnya membangun kepercayaan dengan narasumber dalam liputan investigasi lingkungan. Ia juga menyampaikan bahwa ada empat aspek penting yang harus dimiliki oleh seorang jurnalis investigasi, yaitu kemampuan berpikir kritis, kemampuan memecahkan masalah, kemampuan beradaptasi, serta kemampuan membangun relasi.
Selain pemaparan materi, pelatihan ini juga mencakup praktik observasi lapangan. Para peserta dibagi menjadi beberapa kelompok dan melakukan liputan singkat di kawasan Batang Arau, Kota Padang. Setelah melakukan observasi, setiap kelompok mempresentasikan hasil temuan mereka, ide awal liputan investigasi, dan menerima masukan dari para mentor.
Rahmadi, seorang jurnalis Tribunpadang.com yang menjadi peserta, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru dari pelatihan ini. “Yang menarik dari liputan investigasi lingkungan adalah tantangannya. Kita perlu problem solving yang cepat, serta mitigasi terukur karena berhadapan dengan aktor-aktor yang sulit diprediksi,” ujarnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan post-test dan perumusan usulan kolaborasi reportase investigasi tentang isu lingkungan di Batang Arau, Padang.











