Pangkep – Warga Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan digegerkan dengan penemuan sejumlah dokumen bertuliskan “Indonesia Air Transport” di area persawahan pada Minggu (18/1/2026). Penemuan ini menambah misteri terkait insiden yang melibatkan maskapai tersebut.

Menurut warga setempat, Muhammad Hasbi, penemuan dokumen itu bermula dari laporan Muhlis kepada Babinsa. Hasbi menuturkan, Muhlis melaporkan kepada Babinsa bahwa dirinya menemukan kertas bertuliskan ‘Indonesia Air Transport’, sehingga Babinsa meminta Hasbi untuk mengambilnya di sawah. “Pak Muhlis menyampaikan ke Babinsa menemukan kertas yang ada tulisan ‘Indonesia Air Transport’-nya, jadi Babinsa menyuruh saya ambil di sawah,” kata Hasbi.

Dokumen yang ditemukan berupa selebaran kertas sekitar 20 lembar dalam kondisi memprihatinkan. Sebagian robek, basah, bahkan terbakar. “Lembaran kertas saja beberapa lembar. Sudah basah, jadi yang sobek,” imbuhnya.

Lokasi penemuan berkas tersebut hanya sekitar 200 meter dari posko SAR di Kecamatan Balocci. Hasbi menambahkan, tulisan pada kertas tersebut serupa dengan yang ditemukan pendaki di puncak Indonesia Air.

Saat ini, tim SAR gabungan bersama warga telah mengamankan dokumen tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di puncak Gunung Bulusaraung. Danrem 141 Todopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan mengatakan, tim pertama yang terdiri dari 21 orang dari unsur TNI-Polri, Basarnas, dan polisi kehutanan telah diluncurkan untuk melakukan penyisiran pada Minggu (18/1/2026). “Kita meluncurkan tim pertama untuk melakukan penyisiran sejumlah 21 orang dari unsur TNI-Polri, Basarnas, dan polisi kehutanan,” ujarnya.

Pencarian difokuskan di sekitar lokasi penemuan serpihan oleh pendaki sebelumnya. “Ini ke puncak Gunung Bulusaraung, itu yang kemarin viral ditemukan serpihan-serpihan, itu yang akan kita cari pertama kali,” jelasnya.

Diketahui, tim SAR gabungan dibagi menjadi lima tim dengan target menemukan seluruh korban pada hari Minggu (18/1/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *