Padang – Sungai Banda Bakali di Kota Padang kembali dipadati warga setelah sebelumnya diterjang bencana galodo sejak akhir November 2025 hingga awal Januari 2026. Transformasi area sungai menjadi ruang publik ini menjadi oase baru bagi masyarakat yang ingin bersantai.
Pantauan di lokasi, tepatnya di kawasan Banda Bakali Jalan Ujung Tanah, Kecamatan Lubuk Begalung, di area belakang Kampus UPI Padang, aktivitas warga mulai ramai sejak pukul 16.30 WIB pada Rabu (14/1/2026). Masyarakat terlihat menikmati suasana sungai dengan merendam kaki dan berenang di tepian berpasir.
Anak-anak menjadi kelompok yang paling antusias menikmati kondisi sungai yang tenang. Mereka asyik bermain di hamparan pasir dan berenang di aliran air. Kehadiran Banda Bakali sebagai tempat wisata alternatif ini sangat membantu warga karena lokasinya yang strategis dan tidak dipungut biaya.
Ami (42), salah seorang warga setempat, mengungkapkan alasannya memilih lokasi ini karena kepraktisannya. “Kalau sore begini enak bawa anak ke sini. Mereka bisa main air, kita juga bisa santai,” kata Ami sambil mengawasi anaknya pada Rabu (14/1/2026).
Senada dengan Ami, Yudi (27) juga membenarkan bahwa keramaian di lokasi tersebut sudah kembali normal setelah sebelumnya terdampak bencana galodo. “Sekarang sudah mulai ramai lagi. Lumayan buat hiburan, apalagi habis kerja,” jelas Yudi pada Rabu (14/1/2026).
Fenomena serupa juga terlihat di kawasan Banda Bakali Jati, Kecamatan Padang Timur. Di sana, tren mandi-mandi dan berkumpul bersama keluarga juga terpantau ramai. Keluarga-keluarga menghabiskan waktu sore dengan duduk santai maupun beraktivitas di tepian sungai.
Transformasi Banda Bakali dari lokasi terdampak bencana menjadi ruang rekreasi menunjukkan ketangguhan dan kemampuan adaptasi warga Padang terhadap kondisi alam. Aliran sungai ini kini menjadi saksi kembalinya kebersamaan dan kegembiraan bagi masyarakat, terutama anak-anak.











