Padang – Guna memperkuat jurnalisme lokal yang independen dan berkualitas, Tempo Media Group menggandeng sejumlah media lokal, termasuk Langgam.id dari Sumatra Barat, melalui Program Independent Media Accelerator (IMA) 2.0. Platform berita daerah bernama Teras.id pun dikembangkan sebagai wadah kolaborasi.
Program IMA 2.0 ini diselenggarakan oleh Tempo, Tempo Institute, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), serta didukung penuh oleh The International Fund for Public Interest Media (IFPIM).
CEO Tempo Digital, Wahyu Dhyatmika, menyampaikan pada Jumat (27/6/2025) bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah lanskap media massa. Ia menilai akses informasi kini semakin luas dan tanpa batas. “Publik pun semakin dimudahkan dengan kehadiran berbagai platform digital yang menawarkan beragam berita dan informasi,” ujar Wahyu, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum AMSI.
Wahyu Dhyatmika menambahkan, Teras.id hadir untuk memberikan perspektif baru bagi publik dan media lokal, serta membawa semangat kolaborasi dalam memperkuat jurnalisme lokal yang independen dan berkualitas. Dengan independensi ini, media diharapkan lebih leluasa dalam menjalankan tugas jurnalistik, sehingga menghasilkan karya berkualitas tanpa intervensi pihak lain.
Dengan demikian, pembaca tidak hanya mendapatkan informasi daerah yang eksklusif, beragam, dan menarik, tetapi juga berita yang jernih dan bisa dipertanggungjawabkan. “Kami percaya media daerah mempunyai peran penting dan strategis. Karena itu Teras hadir untuk menjadi wadah atau ruang berjejaring bagi media lokal (mitra) yang bergabung,” katanya pada Jumat (27/6/2025).
Selain memperkuat kualitas jurnalisme, program ini juga bertujuan mengembangkan model bisnis untuk keberlanjutan media massa. “Kami bekerja sama dengan media lokal mengembangkan model bisnis berlangganan agar publik bisa berpartisipasi aktif memperkuat jurnalisme di daerah,” imbuhnya.
Model bisnis berlangganan ini menjadi salah satu ikhtiar Teras bersama media lokal dalam mencari sumber pendapatan baru, dengan harapan media daerah dapat tumbuh dan menjadi lebih independen. Wahyu menjelaskan, “Kami ingin dalam jangka panjang media daerah bisa memiliki alternatif pendapatan melalui sistem berlangganan.”
Pada tahap awal program ini, 14 media daerah yang masuk dalam gelombang pertama telah mengikuti pelatihan di Jakarta. Saat ini, para jurnalis dari 14 media tersebut sedang meliput berbagai peristiwa penting di berbagai daerah.
CEO Langgam, Andri El Faruqi, menyatakan bahwa kolaborasi ini memperkuat media lokal untuk menjaga independensi dan kualitas jurnalisme. “Program ini amat penting, karena kita juga dibantu dalam mengembangkan model bisnis berlangganan yang relevan di era digital yang terus berubah,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).
Andri El Faruqi menambahkan, media daerah berperan penting dalam menyajikan informasi yang jauh dari jangkauan dan akses media arus utama yang berbasis di Jakarta dan kota besar lainnya.











