Payakumbuh – Sekitar 50 siswa TK dari Kota Payakumbuh dan Kabupaten Lima Puluh Kota menunjukkan penampilan percaya diri dalam Pentas Seni Paguyuban TK Negeri/TK Negeri Pembina se-Sumatera Barat di Aula SMKN 2 Payakumbuh, Sabtu (09/05/2026).

“Di balik penampilan ini tersimpan proses belajar yang luar biasa. Anak-anak belajar percaya diri, berani tampil, bekerja sama, serta mengekspresikan dirinya,” ujar Ketua Bunda PAUD Kota Payakumbuh, Ny. Eni Zulmaeta melalui Ny. Yeni Elzadaswarman di hadapan sekitar 350 guru TK saat membuka acara Pentas Seni Paguyuban TK Negeri/Negeri Pembina se-Sumatera Barat.

Ny. Yeni menegaskan komitmen Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini di Kota Payakumbuh secara menyeluruh, agar nantinya menjadi anak-anak yang cerdas dan berakhlak mulia, sebagai generasi penerus yang diharapkan dan dicita-citakan.

Ia juga menekankan bahwa pentas seni bukan sekadar hiburan, melainkan seni dan budaya berperan penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga mencintai budaya bangsa.

“Kita harus mengapresiasi setiap penampilan anak-anak, baik itu menyanyi, menari, gerak lagu, dramatisasi, hingga Asmaul Husna, lihat betapa kayanya bakat dan minat yang tumbuh di antara mereka, betapa hebatnya para guru TK Negeri se-Sumatera Barat ini yang membina mereka,” ujar Ny. Yeni.

Pentas seni ini merupakan program tahunan Paguyuban TK Negeri/TK Negeri Pembina se-Sumatera Barat, sebagai wadah yang menghimpun sekolah-sekolah dengan kesamaan visi, misi, dan tujuan dalam membangun pendidikan anak usia dini berkualitas di seluruh provinsi.

Hadir dalam kegiatan ini Ketua Paguyuban Ibu Oktarina Noviza, pengurus HIMPAUDI, Ketua IGTK Kota Payakumbuh, Ketua IGTK Kabupaten Lima Puluh Kota, kepala TK dan guru TK Negeri se-Sumatera Barat, serta wali murid dan siswa TK Negeri yang hadir dengan penuh semangat.

Suasana kebersamaan yang hangat mewarnai jalannya acara dari awal hingga akhir perhelatan yang tidak hanya menjadi panggung kreativitas bagi anak-anak, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antara guru, orang tua, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini se-Sumatera Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *