Padang – Pelajar SMA se-Sumatra Barat unjuk kebolehan dalam Festival Randai yang digelar Komunitas Bahagia Ceria (KBCE) di Lapangan Balai Kota Padang, Sabtu (26/7/2025). Ajang ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk menunjukkan kecintaan pada seni dan budaya Minangkabau.
Festival yang diikuti oleh 10 tim dari berbagai sekolah di Sumatra Barat ini, menjadi ajang ekspresi budaya sekaligus upaya pelestarian warisan lokal melalui seni pertunjukan randai.
Salah satu peserta dari SMA 1 Bukittinggi, Anita (17), mengungkapkan kebanggaannya bisa mewakili sekolahnya. Menurutnya, randai bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga media pendidikan nilai dan identitas budaya.
“Latihan kami hampir dua bulan. Awalnya tidak mudah, tapi makin ke sini kami sadar bahwa randai adalah cara kita mengenal jati diri sebagai orang Minang,” ujar Anita seusai tampil pada Sabtu (26/7/2025).
Senada dengan Anita, Fikri (16) dari SMA Pesisir Selatan menuturkan bahwa festival ini merupakan pengalaman pertamanya tampil di luar sekolah.
“Kami ingin tunjukkan bahwa anak muda juga bisa jaga budaya. Jangan anggap seni tradisi itu kuno,” kata Fikri dengan penuh semangat.
Kepala Bidang Olahraga Dispora Padang, Adlin Gusmar, menjelaskan bahwa keterlibatan pelajar dalam randai bukan hanya sekadar pelestarian budaya, tetapi juga sarana untuk membangun karakter, kerja sama tim, dan tanggung jawab.
“Dalam randai ada disiplin, ada nilai moral, dan tentu ada rasa bangga pada budaya sendiri. Ini yang perlu ditanamkan sejak muda,” jelas Adlin.
Adlin berharap festival ini dapat menjadi agenda rutin tahunan untuk menjaga kelestarian randai dan memperluas minatnya di kalangan pelajar.
Sementara itu, Kepala Bidang Warisan Budaya Disbud Sumbar, Asril, menyampaikan bahwa pemerintah sangat mendukung kegiatan seperti ini.
“Kami ingin gerakan pelajar cinta budaya ini tumbuh dari akar. Festival ini bukan semata seremoni, tapi harus berlanjut menjadi gerakan kebudayaan di sekolah-sekolah,” pungkas Asril pada Sabtu (26/7/2025).











