PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus, terutama mereka yang menderita Cerebral Palsy (CP). Hal tersebut dibuktikan dengan digelarnya Bimbingan Teknis (Bimtek) Terapis bagi Orang Tua Pendamping Anak dan Penyandang Disabilitas pada Senin (11/8) di salah satu hotel di Kota Padang.

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, saat membuka acara tersebut menyampaikan bahwa pemerintah memiliki kewajiban untuk memfasilitasi seluruh warga negara tanpa terkecuali. Arry mengakui selama ini perhatian lebih banyak tertuju pada masyarakat umum, sementara penyandang disabilitas kerap terpinggirkan. “Kita pernah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) untuk disabilitas, dan Pemprov berkomitmen terus memberi perhatian kepada anak-anak berkebutuhan khusus,” kata Arry pada Senin (11/8).

Dalam kesempatan yang sama, Arry juga menyinggung rencana hibah satu unit kendaraan untuk Yayasan Raga CP guna mempermudah mobilitas terapis. Namun, bantuan tersebut belum terealisasi dan akan segera dituntaskan. Selain itu, kerja sama antara Pemprov, Baznas, dan Raga CP juga tengah diproses agar segera memberikan manfaat bagi anak CP di Sumbar.

Anggota DPRD Sumbar, Rafdinal, yang turut hadir dalam acara tersebut, menyoroti keluhan utama para orang tua terkait minimnya jumlah terapis bagi anak CP di Sumbar dan kebijakan BPJS yang hanya menanggung terapi hingga usia tujuh tahun. Padahal, terapi bagi anak CP dibutuhkan seumur hidup dan biayanya tergolong tinggi. “Kegiatan ini rutin dilaksanakan dan sudah terakomodir dalam APBD. Namun, persoalan saat ini adalah minimnya terapis di Sumbar, ditambah BPJS hanya menanggung terapi anak CP sampai usia tujuh tahun,” ujar Rafdinal, Senin (11/8).

Rafdinal menambahkan, Yayasan Raga CP telah menjalin kerjasama dan didukung oleh Baznas Sumbar, dan diharapkan kedepan terus berjalan lancar. Ia juga menyoroti fasilitas publik ramah disabilitas di Sumbar yang masih terbatas.

Kepala DP3AP2KB Sumbar, Erlin, menyampaikan bahwa sekitar 5 persen anak di Sumbar berkebutuhan khusus, sehingga perlu asesmen menyeluruh untuk memastikan intervensi yang tepat. Erlin juga menyampaikan apresiasi kepada orang tua anak berkebutuhan khusus. “Pemprov memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada orang tua anak berkebutuhan khusus. Negara wajib memberi perlindungan khusus bagi anak-anak hebat kita,” ujar Erlin.

Bimtek tersebut terlaksana berkat kerja sama Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan DP3AP2KB Sumbar dan Yayasan Rumah Gadang Cerebral Palsy (Raga CP). Peserta yang hadir berasal dari Kota Bukittinggi, Kota Padang, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *