Padang – Pemerintah pusat memberikan perhatian khusus terhadap insiden pembubaran kegiatan ibadah di sebuah rumah doa umat Kristen di Padang, Sumatera Barat. Kementerian Agama (Kemenag) berencana mengirimkan tim khusus untuk menindaklanjuti kasus penyerangan dan perusakan rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan keprihatinannya atas insiden yang terjadi pada Minggu (27/7/2025) tersebut. Menag Nasaruddin Umar dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/7/2025) mengatakan, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kantor Wilayah Kemenag setempat dan akan mengutus tim untuk mencari solusi terbaik. “Kami sudah berkomunikasi dengan Kanwil-nya, kami akan mengutus tim kami nanti ke sana untuk mencari solusi yang terbaik, saya mendengar itu sudah terkendalikan oleh kawan-kawan dan pihak aparat. Tapi apapun juga, itu adalah sebuah pencitraan negatif dari bangsa kita dan saya berharap jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini dan saya pribadi sangat menyesalkan,” tuturnya.

Nasaruddin Umar menegaskan, pentingnya mencegah terulangnya peristiwa serupa di masa mendatang. Kemenag, kata dia, tengah menyiapkan dua pendekatan penanganan, yakni jangka pendek dan jangka panjang.

Sebagai bagian dari solusi jangka panjang, Kemenag akan memperkenalkan kurikulum cinta yang akan diterapkan di lingkungan pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk membangun budaya saling pengertian dan menghilangkan prasangka antar kelompok masyarakat.

Nasaruddin menjelaskan, Kementerian Agama memiliki falsafah tersendiri dalam menangani kasus seperti ini. “Kementerian Agama punya falsafah sendiri, kalau seperti ini kejadiannya jangan-jangan nanti akan ada lagi. Maka itu, kami selaku Menteri Agama mencari pendekatan lain dengan cara memperkenalkan kurikulum cinta. Kurikulum cinta ini secara mendasar akan kita obsesikan untuk menghilangkan segala bentuk kecurigaan dan kesalahpahaman antara satu sama lain,” jelasnya.

Sebelumnya, sekelompok warga membubarkan kegiatan ibadah di rumah doa Jemaat Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Insiden tersebut menyebabkan kepanikan di kalangan jemaat, termasuk anak-anak, serta aksi perusakan fasilitas oleh massa.

Wakapolda Sumbar Brigadir Jenderal Solihin mengatakan, Polda Sumbar telah mengamankan sembilan orang terkait kasus penyerangan dan perusakan rumah doa GKSI tersebut. “Sembilan orang telah kita amankan untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *