SELATPANJANG – Setelah 19 hari berjibaku dengan api, tim gabungan akhirnya berhasil memadamkan total Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Tanjung Peranap, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti, Selasa (5/8/2025). Sinergi lintas sektoral menjadi kunci keberhasilan penanganan Karhutla ini.
Tim gabungan tersebut terdiri dari Kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, BPBD Riau, pemerintah kecamatan, pemerintah desa melalui Masyarakat Peduli Api (MPA), Kementerian Kehutanan melalui Manggala Agni, serta pihak perusahaan PT Imbang Tata Alam (ITA).
Kepala BPBD Kepulauan Meranti, Khadafi, pada Rabu (6/8/2025) mengakui bahwa Karhutla di Tanjung Peranap cukup menguras tenaga petugas. “Karhutla di Tanjung Peranap cukup membuat petugas kewalahan. Karena memakan waktu hingga 19 hari,” ungkapnya.
Untuk menunjang pemadaman, Khadafi menjelaskan, BPBD Meranti juga meminta bantuan helikopter water bombing dari BPBD Riau serta alat berat dari perusahaan untuk pembuatan embung dan sekat bakar. “Untuk menunjang pemadaman telah dibangun lebih dari 51 embung di sekitar lokasi kebakaran. Termasuk membuat sekat bakar,” ujarnya. Diperkirakan total lahan yang terbakar mencapai 200 hektar.
Khadafi mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dampaknya sangat merugikan.
Kapolsek Tebingtinggi Barat, Iptu Iskandar, mewakili Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqqi, SIK MH, pada Selasa malam (5/8/2025) mengapresiasi kerja keras tim yang telah berjuang selama 19 hari. Ia menekankan pentingnya kerjasama antara berbagai lembaga, organisasi masyarakat, dan perusahaan swasta dalam penanggulangan Karhutla.
Iskandar menambahkan, sinergi ini memungkinkan mobilisasi sumber daya dan penanganan yang lebih efektif. Ia berharap kejadian ini meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.
Iptu Iskandar juga menegaskan bahwa patroli berkala akan terus dilakukan di lokasi Karhutla. “Hasil yang baik dari kegiatan pemadaman ini perlu dijadikan momentum untuk memperkuat kerjasama di masa mendatang, baik dalam hal penanggulangan kebakaran maupun kegiatan konservasi lingkungan lainnya,” katanya. “Walau sudah selesai, kita akan terus melakukan patroli. Sehingga, jika ada potensi api kembali hidup, penanganan dini bisa dilakukan secepatnya,” tegasnya.
Komandan Regu (Danru) Manggala Agni Daops Siak, Alijal, menambahkan, hujan yang sempat turun turut membantu percepatan pemadaman. “Alhamdulillah Karhutla di Tanjung Peranap selesai, dan kita balik kanan untuk pulang. Satu regu (15 orang) dari Manggala Agni bertolak pulang ke Siak besok (Rabu, 6/8/2025),” kata Alijal, Selasa malam (5/8/2025).











