Denpasar – Sebagai wujud kepedulian terhadap korban banjir di Bali, BUMN Holding sektor aviasi dan pariwisata, InJourney Group, menyalurkan bantuan sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menyampaikan rasa prihatin atas musibah yang menimpa warga Bali. “InJourney menyampaikan keprihatinan sekaligus belasungkawa atas korban banjir Bali, juga kepada masyarakat yang terkena dampaknya,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima pada Kamis (18/9/2025).

Bantuan yang disalurkan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dan mempercepat pemulihan kondisi di Bali. Herdy menjelaskan, penyaluran bantuan InJourney Group Tanggap Bencana Banjir Bali dilaksanakan secara bertahap mulai 12 hingga 18 September di lokasi-lokasi terdampak seperti Desa Kesambiang, Desa Dalung, Pasar Badung, Desa Kesambi, Banjar Tohpati, Banjar Kesiman Kertalangu, Kampung Jawa Dauh Puri, dan Banjar Batannyuh.

Adapun total bantuan yang diserahkan InJourney Group untuk korban banjir Bali terdiri dari 712 paket sembako, 50 selimut, 50 matras, 34 rice cooker dan peralatan makan. Bantuan ini merupakan kontribusi dari InJourney dan anak perusahaannya, yaitu InJourney Airports, InJourney Aviation Services, InJourney Hospitality, InJourney Destinations Management, dan InJourney Tourism Development Corporation.

Herdy berharap, sinergi antara InJourney dan anak usaha dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. “Sinergi InJourney dan anak usaha untuk membantu korban banjir Bali menjadi bukti bahwa InJourney Group hadir untuk membantu masyarakat yang terkena dampak bencana. Kami berharap kehadiran InJourney akan senantiasa memberikan dampak positif pada masyarakat sekitar,” katanya.

Sebagai BUMN yang mengelola sejumlah destinasi pariwisata di Indonesia, termasuk Bali, InJourney tidak hanya berfokus pada pengelolaan pariwisata, tetapi juga menciptakan dampak ekonomi dan sosial melalui pariwisata berkelanjutan. Sinergi dengan masyarakat terus dijalin melalui beragam program, termasuk program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Herdy menambahkan, menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan merupakan tanggung jawab bersama. “Menjadikan Bali sebagai destinasi pariwisata yang berkelanjutan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kontribusi seluruh pemangku kepentingan, Bali dapat menjadi destinasi pariwisata berkelanjutan, yang tidak hanya menampilkan keindahan alamnya, akan tetapi juga menciptakan rasa aman untuk para wisatawan, juga kesinambungan ekonomi untuk masyarakatnya,” tuturnya pada Kamis (18/9/2025).

InJourney berharap Bali dapat segera pulih dan kembali menjadi destinasi pariwisata yang indah, nyaman, dan aman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. Pemulihan ini tidak hanya berkaitan dengan penanganan kawasan terdampak banjir, tetapi juga mitigasi bencana ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *