Aceh Tamiang – Warga Aceh Tamiang kini memiliki tontonan baru, yaitu progres pembangunan hunian sementara (huntara) yang digagas oleh Danantara Indonesia. Huntara ini menjadi perhatian karena dinilai berbeda dari hunian darurat pada umumnya.

Pantauan di lokasi pada Jumat (27/6/2025) menunjukkan, struktur bangunan yang rapi dan kokoh dengan rangka utama dari besi dan baja ringan menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat setempat.

Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku terkesan dengan pembangunan huntara tersebut. “Kita suka, bagus, kami kira pakai kayu saja,” ujarnya saat ditemui di lokasi pembangunan.

Selain struktur bangunan, fasilitas yang disediakan juga menjadi perhatian utama. Huntara ini dilengkapi dengan perlengkapan tidur, lemari, listrik, wifi, air bersih, toilet, serta taman bermain anak. Fasilitas ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pengungsi terdampak banjir.

Arman, salah seorang pekerja yang terlibat dalam pembangunan huntara, mengungkapkan bahwa standar kerja yang diterapkan sangat ketat. Ia mengaku telah bekerja selama beberapa hari dan diminta untuk selalu mematuhi standar yang telah ditetapkan. “Saya yang bekerja, saya tahu ini bagus,” katanya pada Jumat (27/6/2025).

Danantara Indonesia, bersama dengan BP BUMN, sejumlah BUMN, dan Himbara, terus berupaya mempercepat pembangunan huntara. Langkah ini merupakan bagian dari upaya penanganan dampak banjir yang melanda Aceh Tamiang.

Huntara dibangun di lahan yang memiliki halaman memadai dan berada di jalur utama antara Kuala Simpang dan Langsa. Lokasi strategis ini diharapkan dapat memudahkan akses bagi penghuni maupun pihak-pihak terkait.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *