Padang – Dukungan terhadap Erick Thohir untuk kembali memimpin PSSI periode berikutnya terus mengalir, kali ini datang dari Penasihat Semen Padang FC, Andre Rosiade. Ia juga mendukung upaya Erick Thohir dalam memberantas praktik mafia di sepakbola Indonesia.
Andre Rosiade secara terbuka menyampaikan dukungannya pada acara Andre Rosiade Cup, Jumat (27/6/2025). “Saya mengkritik sepakbola Indonesia dalam rangka untuk perbaikan, tidak ada niat saya untuk menggulingkan pak Erick jadi Ketum PSSI. Bahkan saya di acara Andre Rosiade Cup, sudah sampaikan secara terbuka saya ingin pak Erick lanjut periode kedua,” ujarnya pada acara yang dipandu pengamat sepakbola Pangeran Siahaan.
Menurut Andre, Erick Thohir sangat pantas untuk memimpin PSSI selama dua periode karena kapasitasnya yang dinilai cocok. Ia menambahkan, Erick Thohir perlu menyingkirkan status quo yang lama dan lebih tegas dalam memberantas penyakit masa lalu.
Status quo yang dimaksud oleh Andre adalah kelompok lama yang menjadi bagian dari masalah sepakbola, termasuk praktik-praktik mafia. Ia melihat Erick Thohir memiliki komitmen untuk memberantas masalah tersebut. “Faktanya sejak lama masalah bola ini gak selesai-selesai dan masih terus menggelayuti sampai eranya pak Erick Thohir. Saya lihat pak Erick punya komitmen. Pertama, beliau bukan bagian dari kelompok itu. Kedua, beliau pengen lepas dari kelompok itu. Untuk itu saya percaya (Erick Thohir, red),” beber politisi partai Gerindra ini.
Andre mengaku selama ini lantang bersuara untuk menuntut perubahan dan perbaikan di tubuh PSSI, termasuk perubahan di Komite Disiplin dan Komite Wasit. “Komite Disiplin dan Komite Wasit yang saya tuntut dilakukan perubahan, pergantian. Insya Allah, sebelum kompetisi ini dimulai 9 Agustus mendatang, akan diumumkan oleh pak Erick pergantian,” sebut Andre.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI ini menjelaskan bahwa selama ini banyak persoalan di Komite Disiplin dan Komite Wasit, padahal kedua komite tersebut memiliki peran sentral dalam menentukan nasib pertandingan dan keberlangsungan tim sepakbola di sebuah liga.
“Pertama, Komite Wasit. Komite Wasit ini menentukan wasit yang bertugas, berarti wasit nurut sama Komite Wasit. Sementara yang menentukan arah permainan adalah wasit. Bahkan dulu sebelum ada VAR ada klub yang bisa dapat penalti terus, makanya bisa di papan atas terus. Tapi setelah ada VAR, klub itu gak pernah di papan atas lagi, kita tahulah klub itu. Wasit itu perannya sentral,” kata Andre.
Andre juga menyoroti peran Komite Disiplin yang dinilai bisa mengganggu stabilitas klub. Ia mencontohkan pengalamannya saat menangani Semen Padang FC. “Contoh Semen Padang FC. Semen Padang itu punya gelandang bertahan Alhassan Wakaso. Di saat itu kita lagi lawan Persis Solo. Kami lagi unggul 1-0, saat Wakaso lagi megang bola ditabrak oleh pemain Persis, eh malah Wakaso yang dikartu kuning wasit. Wakaso komplen, dia dikasih kartu kuning kedua, lalu dapatlah kartu merah, keluar. Semen Padang FC terpaksa bermain 10 pemain, akhirnya kebobolan satu gol, draw mainnya. Selanjutnya Wakaso disanksi 5 kali oleh Komite Disiplin karena dianggap protes berlebihan. Akibatnya, Semen Padang FC kalah-kalah terus mainnya, karena Wakaso ini jantung permainan Semen Padang FC,” ujar Andre.
Atas dasar itu, Andre konsisten mendorong perubahan dan perombakan di tubuh Komite Wasit dan Komite Disiplin PSSI. Ia melihat Erick Thohir serius untuk melakukan pembenahan dan perubahan tersebut.
“Saya membuktikan bahwa kami bukan bagian dari mafia. Ada sekelompok suporter yang mungkin kecewa klubnya degradasi lalu menggaungkan Andre bagian dari mafia. Tapi kalau saya bagian dari mafia, harusnya saya selama degradasi diam dong. Tapi apa yang terjadi dalam sejarah Kongres PSSI, baru ada satu orang yang berani berbicara lantang dan minta perubahan, minta Komite Wasit diganti, Komite Disiplin diganti. Dan itu adalah Andre Rosiade,” ucap Ketua Umum Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Selain perubahan di Komite Wasit dan Komite Disiplin, Andre juga konsisten mendorong perubahan di PT Liga Indonesia Baru (LIB) dengan mendorong agar PT LIB diisi oleh profesional asing. “Kami konsisten. Kami melihat harus ada perubahan di PT LIB. Bahkan saya tugaskan dan saya perintahkan CEO Semen Padang FC dalam RUPS PT LIB untuk bersuara,” terang Andre.
Andre menambahkan, PT LIB merupakan penikmat sponsorship dari BUMN sehingga harus diawasi karena BUMN adalah milik negara dan rakyat Indonesia. Ia juga menyinggung peran Erick Thohir selaku Ketum PSSI yang juga Menteri BUMN dalam mendapatkan sponsorship dari BRI untuk PT LIB.
“Sponsorship BRI ini dapat karena Erick Thohir Ketua PSSI. Jadi jangan sampai bilang membangun opini seakan-akan manajemen LIB ini gak boleh dikritisi, gak boleh diganti karena kehebatan mereka nyari sponsor. Gak ada, yang nyari sponsor itu Erick. Saya tahu persis kok saya mitranya, saya anggota Komisi VI DPR RI,” ujarnya.
Andre menegaskan bahwa PT LIB pantas dikritisi dan diganti jika tidak lagi menjalankan tugasnya secara profesional. “Jangan narasinya dibangun jangan sampai gak boleh dikritik. Presiden aja dari zaman pak Harto, pak Habibie, Gus Dur, buk Mega, pak SBY, pak Jokowi, sampai pak Prabowo juga dikritik kok, masa LIB ini gak boleh dikritik, aneh. Kalau anti kritik susah, status quo banget mentalnya. Tentu kita akan kritik terus, kita akan beri masukan terus untuk perubahan yang lebih baik. Kalau saya sih terus konsisten, tetap ingin pergantian direksi PT (LIB),” pungkas Andre.











