Jakarta – Harapan baru bagi pengakuan pahlawan nasional dari Sumatera Barat, Chatib Soelaiman, kembali mencuat. Anggota DPRD Kabupaten Limapuluh Kota, M. Fajar Rillah Vesky, mempertanyakan kelanjutan proses pengusulan tersebut kepada Menteri Sosial Syaifullah Yusuf saat pertemuan di kantor Kemensos, kawasan Salemba Raya, Jakarta, Kamis (11/9/2025).

Sebagai perwakilan dari Nagari Situjuah Batua, tempat Chatib Soelaiman gugur pada 15 Januari 1949, Fajar Vesky mengharapkan adanya kejelasan terkait status pahlawan nasional bagi pejuang kemerdekaan tersebut. “Mohon petunjuk Gus Menteri, apakah diusulkan kembali atau bagaimana,” tanya Fajar Vesky.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Wakil Ketua DPRD HM Fadhil Akbar, Kadinsos Indra Suryani, dan Kadis PU Nopriadi Syukri. Sementara itu, Mensos Syaifullah Yusuf didampingi oleh Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih, yang memiliki kewenangan terkait dengan nilai-nilai kepahlawanan dan pengusulan calon pahlawan nasional.

Fajar Rillah Vesky menegaskan bahwa Chatib Soelaiman adalah ikon perjuangan kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat. Fajar Vesky kepada wartawan, Minggu (14/9/2025), mengatakan, “Kata Buya Hamka, apapun perjuangan sebelum dan setelah kemerdekaan Indonesia di Sumatera Barat, tidak lepas dari nama Chatib Soelaiman. Proklamator RI Bung Hatta pernah berziarah ke makam Chatib Soelaiman. Begitu pula dengan mantan Ketum PBNU KH Aqil Sirajd.”

Fajar Vesky, yang juga penulis buku “Tambiluak, Tentang PDRI dan Peristiwa Situjuah (ISBN; 2008)”, berharap Kemensos dapat meninjau kembali dokumen pengusulan Chatib Soelaiman sebagai pahlawan nasional. Ia menjelaskan bahwa proses pengusulan telah sampai di Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) pada 2016. “Bahkan, informasi yang pernah kami terima, sudah pernah sampai di tingkat Dewan Gelar Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan,” imbuhnya.

Selain membahas mengenai Chatib Soelaiman, Fajar Vesky juga menyampaikan harapan agar Kemensos dapat membantu rehabilitasi makam pejuang Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). “Korban gugur terbanyak sepanjang sejarah PDRI yang sudah diakui pemerintah sebagai Hari Bela Negara adalah dalam Peristiwa Situjuah, 15 Januari 1949. Kita berharap, Kemensos dapat membantu rehabilitasi makam 69 pejuang yang gugur dalam tragedi ini,” pintanya.

Menanggapi permintaan tersebut dan proposal makam pahlawan Situjuah Batua yang diajukan Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf menginstruksikan Dirjen Pemberdayaan Sosial Mira Riyati Kurniasih untuk menelusuri kembali pengajuan Chatib Soelaiman sebagai pahlawan nasional. Gus Ipul menyampaikan ketertarikanya untuk berkunjung ke Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat, seraya berkata, “Kita bantulah ini.” Diketahui, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemko Padangpanjang, didukung Pemkab Limapuluh Kota, Pemko Payakumbuh, dan Pemkab Tanahdatar, pernah mengusulkan Chatib Soelaiman sebagai pahlawan nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *