Padang – Sumatera Barat (Sumbar) bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem menjelang akhir tahun. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap curah hujan tinggi yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Koordinator Bidang Observasi BMKG BIM Padang, Yuda Nugraha, menjelaskan bahwa wilayah Sumbar telah memasuki bulan basah, yang ditandai dengan peningkatan intensitas hujan. “Sekarang kita sudah mulai memasuki bulan basah atau musim penghujan. Puncaknya nanti sekitar bulan November dan Desember,” ujarnya saat dihubungi, Jumat (27/6/2025).

Yuda menambahkan, kondisi atmosfer terkini menunjukkan adanya peningkatan pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah Sumbar. Selain itu, peningkatan massa uap air juga mempercepat proses pembentukan awan hujan. Pertemuan massa udara dan angin dari laut yang terkonsentrasi di wilayah pesisir barat Sumbar semakin memperkuat pembentukan awan-awan hujan.

Berdasarkan parameter tersebut, Yuda menyebutkan, sejumlah daerah di Sumbar berpotensi mengalami peningkatan intensitas hujan dengan curah yang cukup tinggi, disertai angin kencang. Wilayah-wilayah yang dimaksud meliputi Padang, Agam, Pasaman, hingga Limapuluh Kota.

BMKG telah menyampaikan pemberitahuan peringatan dini kepada pemerintah daerah agar mewaspadai potensi bencana yang mungkin timbul akibat perkiraan cuaca ekstrem tersebut, seperti banjir, longsor, serta galodo. Yuda juga mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini.

“Pemprov Sumatera Barat juga telah menetapkan siaga darurat bencana akibat cuaca ekstrem ini sampai di bulan Desember, untuk meningkat kesiapsiagaan bersama,” pungkas Yuda pada Jumat (27/6/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *