Tanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terbukti menjadi penyelamat bagi Zainal Arifin (56), warga Kabupaten Tanah Datar yang harus menjalani perawatan intensif akibat pecahnya pembuluh darah di otak kanan. Keikutsertaan dalam program tersebut meringankan beban keluarga saat menghadapi musibah kesehatan yang datang secara mendadak. Cucu Zainal, Rifatul Salsabila (20), menuturkan bahwa kakeknya sempat mengeluhkan pusing hebat dan kesulitan bergerak.
“Tangan kanan kakek tampak terlipat dan mati rasa, bibirnya tidak simetris, serta sulit bicara. Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), pihak FKTP menyarankan agar kakek segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Prof. Dr. M. Ali Hanafiah,” ujar Rifatul di Tanah Datar, Jumat (27/6/2025).
Setibanya di rumah sakit, Zainal segera mendapatkan penanganan medis yang responsif. Rifatul menjelaskan bahwa sejak hari pertama dirawat inap, kakeknya langsung menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang, mulai dari laboratorium, rontgen kepala, hingga fisioterapi.
“Dokter menjelaskan bahwa gejalanya termasuk stroke ringan. Memang tangan dan kaki kanan kakek belum bisa digerakkan sepenuhnya dan masih terasa berat, tetapi jari-jari tangan kanannya sudah bisa digerakkan berkat penanganan yang cepat dari tim medis,” jelas Rifatul.
Rifatul mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses pengobatan kakeknya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan tersebut sangat membantu keluarga, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Berkat BPJS Kesehatan, kakek bisa langsung ditangani tanpa hambatan. Semua biayanya dijamin. Kami pun tidak bisa membayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga jika tidak memiliki BPJS Kesehatan,” ungkap Rifatul.
Rifatul menilai pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit sangat baik. Mulai dari tenaga medis hingga petugas lainnya bersikap ramah, sigap, dan profesional dalamTanah Datar – Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) menjadi penyelamat bagi Zainal Arifin (56), warga Kabupaten Tanah Datar yang harus menjalani perawatan intensif akibat pecahnya pembuluh darah di otak kanan. Keikutsertaan dalam program tersebut sangat membantu proses pemulihan Zainal yang mengalami musibah kesehatan secara mendadak. Cucu Zainal, Rifatul Salsabila (20), menuturkan bahwa kakeknya sempat mengeluhkan pusing hebat dan kesulitan bergerak.
“Tangan kanan kakek tampak terlipat dan mati rasa, bibirnya tidak simetris, serta sulit bicara. Setelah diperiksa di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), pihak FKTP menyarankan agar kakek segera dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Prof. Dr. M. Ali Hanafiah,” ujar Rifatul di Tanah Datar, Jumat (27/6/2025).
Setibanya di rumah sakit, Zainal langsung mendapatkan penanganan medis yang responsif. Rifatul menjelaskan sejak hari pertama dirawat inap, kakeknya langsung menjalani berbagai rangkaian pemeriksaan penunjang, seperti laboratorium, rontgen kepala, hingga fisioterapi.
“Dokter menjelaskan bahwa gejalanya termasuk stroke ringan. Memang tangan dan kaki kanan kakek belum bisa digerakkan sepenuhnya dan masih terasa berat, tetapi jari-jari tangan kanannya sudah bisa digerakkan berkat penanganan yang cepat dari tim medis,” jelas Rifatul.
Rifatul mengaku sangat bersyukur karena seluruh proses pengobatan kakeknya dijamin oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan tersebut sangat membantu keluarga, terutama dalam situasi darurat yang membutuhkan penanganan cepat.
“Berkat BPJS Kesehatan, kakek bisa langsung ditangani tanpa hambatan. Semua biayanya dijamin. Kami pun tidak bisa membayangkan berapa besar biaya yang harus dikeluarkan oleh keluarga jika tidak memiliki BPJS Kesehatan,” ungkap Rifatul.
Rifatul menilai pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit sangat baik dan membantu proses kesembuhan kakeknya.











