Jakarta – Badan Gizi Nasional (BGN) berupaya meningkatkan penyerapan tenaga kerja dari kalangan keluarga prasejahtera melalui program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Prioritas perekrutan diberikan kepada keluarga miskin ekstrem dan miskin (desil 1 dan desil 2).
Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, menyampaikan pada Selasa (29/7/2025), bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden. “Ini sesuai dengan arahan Bapak Presiden bahwa Program Makan Bergizi Gratis harus berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Kami berharap, dengan kebijakan ini BGN akan berkontribusi terhadap peningkatan penyerapan tenaga kerja, terutama yang berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2,” ujarnya dalam rilis yang diterima dari Kantor Komunikasi Kepresidenan pada Selasa (29/7/2025).
Redy menjelaskan, minimal 30 persen dari 47 tenaga kerja di setiap SPPG harus berasal dari keluarga prasejahtera.
Lebih lanjut, Redy menambahkan, saat ini terdapat 2.378 unit SPPG yang beroperasi dengan menggandeng 6.076 kelembagaan ekonomi lokal sebagai pemasok. Kelembagaan tersebut terdiri dari koperasi, BUMDes/BUMDesma, dan UMKM.
“Sebanyak 93.572 sumber daya manusia dari masyarakat lokal terlibat menjadi relawan SPPG,” beber Redy.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG), menurut Redy, telah menjangkau 7.444.238 penerima manfaat yang tersebar di seluruh daerah.
Rincian penerima manfaat meliputi siswa PAUD/TK/RA setara berjumlah 433.480, SD/MI 3.074.451, SMP/MTs 1.991.877, SMA/SMK/MA/MAK 1.624.041, santri pondok pesantren 34.741, PKBM/SLB 13.059, dan seminari 795.
Selain itu, program ini juga menyasar ibu hamil sebanyak 33.103 orang, ibu menyusui 56.909 orang, balita 176.926 orang, serta siswa Sekolah Rakyat sebanyak 4.856 orang.
Dalam rangka percepatan Program MBG, BGN akan mengoperasionalkan 2.401 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi dalam 10 hari ke depan. Dengan demikian, total akan ada 4.788 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang beroperasi.
“Artinya, Badan Gizi Nasional dalam 10 hari ke depan akan melayani kurang lebih 15 juta penerima manfaat,” pungkas Redy pada Selasa (29/7/2025).











