Limapuluh Kota – Genap satu tahun kepemimpinan Bupati Safni Sikumbang dan Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, pembangunan berkelanjutan terus digenjot di Kabupaten Limapuluh Kota. Pasangan yang dikenal dengan sebutan Sakato ini, fokus pada pemetaan potensi SDM dan SDA untuk mewujudkan Limapuluh Kota yang maju dan mandiri sejak dilantik pada Jumat (20/2/2025).
Fokus utama pembangunan pada tahun pertama kepemimpinan mereka meliputi sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, perikanan, peternakan, dan ekonomi kerakyatan. Selain itu, pelayanan publik, kondisi sosial masyarakat, pekerja rentan, serta bidang keagamaan juga menjadi prioritas.
Bupati Safni menunjukkan kegigihannya dalam mencapai berbagai target melalui komunikasi intensif antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat, termasuk kementerian, lembaga, serta Anggota DPR-RI asal Sumatera Barat.
Salah satu komitmen Bupati Safni untuk kemajuan Limapuluh Kota adalah penolakan pembelian mobil dinas baru. Pada Jumat (20/2/2025) Bupati Safni dengan tegas mengarahkan agar anggaran tersebut dialihkan untuk membeli alat berat ekskavator, mengingat Limapuluh Kota merupakan daerah rawan bencana alam.
Upaya meyakinkan Pemerintah Pusat terhadap potensi SDA yang didukung SDM unggul di Limapuluh Kota dilakukan Bupati dengan intensif melalui kunjungan Limapuluh Kota-Jakarta. Perhatian khusus diberikan pada kondisi infrastruktur jalan, jaringan irigasi, normalisasi aliran sungai, pembangunan RSUD di kawasan IKK Sarilamak, serta persoalan jalan Payakumbuh-Lintau yang buruk.
Selain sektor kesehatan, Bupati Safni juga menggagas pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat di Kabupaten Limapuluh Kota, serta kelanjutan pembangunan Monumen Bela Negara di Koto Tinggi.
Bupati Safni mengatakan pada Jumat (20/2/2025), pihaknya menginginkan adanya sekolah unggulan berskala nasional di daerah. “Kemudian Sekolah Rakyat, ini bukan sekadar ruang belajar, tapi ruang tumbuhnya harapan anak-anak yang tidak terjangkau sistem pendidikan formal,” katanya.
Komunikasi intensif dilakukan Bupati dengan berbagai kementerian, termasuk Kementerian PU, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian KB, Kementerian Kesehatan, Kementerian ATR/BPN, Kementerian KKP RI, serta Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia.
Selain itu, Bupati juga menjalin komunikasi intensif dengan Anggota Komisi IV DPR-RI, Cindy Monica Salsabila dan Alex Indra Lukman, serta Anggota DPR-RI Komisi XII Mulyadi, Komisi V DPR-RI, Zigo Rolanda, Anggota DPR-RI Komisi IX Ade Rizki Pratama dan Andre Rosiade yang juga Ketua DPD Gerindra Sumbar, kemudian Ketua DPD RI.
Kegigihan Bupati Safni dalam memperjuangkan pembangunan di tingkat pusat membuahkan hasil. Dana miliaran rupiah untuk rehabilitasi Daerah Irigasi mengalir ke Limapuluh Kota melalui Inpres 2/2025 yang dibiayai oleh Kementerian PUPR.
Di antaranya Bandar Aur Duri dan Bandar Baru di Kecamatan Bukit Barisan, Bandar Gadang dan Bandar Kaludan di Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Empang Barobah di Kecamatan Akabiluru, serta Sawah Sibatu di Kecamatan Lareh Sago Halaban.
Empat lokasi yang masuk tahap ketiga ini antara lain Daerah Irigasi Ampang Gadang di Kapur IX, Bandar Pulau di Taram, Kecamatan Harau, Batang Kapohan di Nagari Kubang Kecamatan Guguak, serta Batang Tabik di Nagari Sungai Kumayang. Kucuran anggaran untuk Empat lokasi ini mencapai 8,1 Miliar.
Bantuan alsintan atau alat pertanian melalui anggota DPR-RI Cindy Monica Salsabila untuk mendukung program ketahanan pangan berhasil didapatkan Bupati Safni. Tidak hanya itu tetapi juga bibit padi unggul untuk masyarakat di Limapuluh Kota.
Dukungan Pemerintah Pusat untuk sektor pertanian akan mempermudah masyarakat petani dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Mengingat mayoritas penduduknya Kabupaten Limapuluh Kota, bergerak disektor pertanian seperti padi, aren, Gambir, dan holtikultura.
Bupati Safni juga sangat konsen dengan budi daya perikanan air tawar yang menjadi potensi besar Limapuluh Kota di sektor perikanan. Untuk mewujudkan itu Bupati langsung menjemput bibit ikan unggul di kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Selain itu, melalui kementerian Pekerjaan Umum (PU) berbagai beberapa usulan yang disampaikan Bupati Safni, seperti normalisasi aliran sungai, sebagai langkah antisipasi banjir yang setiap tahun dirasakan masyarakat Limapuluh Kota, dan menimbulkan kerugian materi hingga puluhan miliar.
Soal pembangunan trotoar sepanjang 6 KM di IKK, serta perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau, mendapat respon serius dari Menteri PU Dody Hanggodo. Bahkan Menteri PU langsung turun melihat kondisi Jalan Payakumbuh-Lintau bersama Anggota DPR RI Andre Rosiade, beberapa waktu lalu. Dan kini sebahagian besar jalan provinsi Payakumbuh-Lintau sudah kembali mulus.
Tidak saja pembangunan fisik jalan, irigasi, normalisasi sungai, tetapi dibidang keagamaan membangun mental dan karakter anak anak Kabupaten Limapuluh Kota, ini terlihat dari keberhasilan menjadi juara umum MTQ Nasional tingkat Sumbar ke-41 di Bukittinggi beberapa waktu lalu. Membuktikan program-program pendidikan karakter dan akhlak, berjalan sangat baik di Limapuluh Kota.
Bahkan pasangan Sakato komitmen untuk pembentukan karakter anak-anak Lima Puluh Kota dengan meluncurkan program “Sakato Mangaji”. Dimana melalui program ini Pemerintah Lima Puluh Kota mewajibkan membaca al-qur’an kepada anak sekolah 15 menit sebelum proses belajar mengajar dimulai.
Selain “Sakato Mangaji” pasangan Bupati dan Wakil Bupati H.Safni-Rito juga meluncurkan program SAKATOLIKO (Sejahterakan Pekerja Kito Lima Puluh Kota” melalui jaminan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini terutama untuk melindungi sektor pekerja rentan dan beresiko.
Kemudian Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Abdrito Resha, melaunching Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai The Central Of Agro. Branding daerah sebagai upaya memperkuat citra daerah pusat agrobisnis dan agroindustri berbasis potensi lokal.











