Luhak Nan Tuo – Empat puisi terbaru seorang penyair yang memilih kesunyian sebagai teman berkarya, hadir dengan tema beragam yang menyentuh relung hati. Karya-karya ini menjadi refleksi mendalam tentang kehidupan, mulai dari pahitnya cinta hingga perenungan diri.

Dalam “Surat Penderitaan: Ayat Kebencian,” penyair melukiskan kekecewaan mendalam terhadap kata-kata yang dulunya dianggap cinta, namun kini berubah menjadi “nubuatan luka.” Bait-bait puisi ini mengalirkan kesedihan dan kebingungan atas perubahan makna dalam sebuah hubungan. “Bukan keelokkan yang memilihmu, melainkan siapa yang memaknainya,” tulis penyair dalam puisinya pada tahun 2024.

“Sekatika Pulang,” membawa pembaca ke suasana senja di kota industri, di mana kerinduan dan ketakutan bercampur aduk. Pertanyaan tentang arti pulang bagi jiwa yang kehilangan arah menjadi inti dari puisi yang ditulis pada tahun 2025 di Pelabuhan Button ini. “Jangan kabarkan pada siapapun, bahwa aku tengah pulang membawa rindu yang tak bernama,” bisik penyair kepada laut.

Puisi “Kita Yang Hilang,” menggambarkan perpisahan yang pahit dan penerimaan atas luka yang mendalam. Penyair meratapi hilangnya kebersamaan dan memilih untuk menjahit diri sendiri dalam kesunyian. “Sebab cinta, tak lebih dari kata… telanjang,” tulisnya, menggambarkan kekecewaan terhadap makna cinta yang hancur.

Barulak – Kesedihan dan kehampaan mewarnai puisi “September Kelabu,” di mana penyair menggambarkan kegagalan dan kesepian yang mendalam. Dalam kamar tanpa jam dinding, di antara buku-buku yang basah, ia merasa sebagai “tulisan-tulisan yang sepi.”

Payakumbuh – Penyesalan dan kesia-siaan mewarnai puisi “Pulang Yang Terlambat,” di mana penyair menggambarkan kepulangan yang diwarnai penyesalan dan kesia-siaan. Di tengah hujan gerimis dan jalanan yang sunyi, ia berlari menghindari dingin yang memenggut. “Kemerdekaanku adalah nasib terima dalam getir,” tulisnya, meratapi hidup yang tak pernah dipilih. Puisi ini ditulis pada tahun 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *