Jakarta – Kabar baik bagi dunia riset tanah air, pemerintah berencana mengucurkan dana lebih besar untuk kegiatan penelitian. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengumumkan rencana peningkatan anggaran riset nasional hingga 50 persen, usai mendampingi pertemuan antara Prabowo dengan 1.200 guru besar, rektor, dan dekan di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1).
Arif Satria menjelaskan bahwa peningkatan anggaran riset ini merupakan wujud komitmen Prabowo terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. “Beliau punya komitmen dan tadi sudah menyampaikan, dan ini disambut gembira oleh para guru besar bahwa jumlah yang akan ditingkatkan sekitar 50 persen dari dana yang sekarang ini,” ujarnya di Jakarta, Kamis (15/1).
Arif menambahkan, Prabowo memberikan perhatian besar terhadap peningkatan dana penelitian di Indonesia. Menurutnya, peningkatan ini sangat penting mengingat dana riset Indonesia saat ini baru sekitar 0,3 persen dari PDB. “Ini jumlah yang sangat jauh dibandingkan dengan negara-negara lain,” katanya.
Dengan adanya peningkatan anggaran tersebut, Arif berharap dapat mendukung pembangunan Indonesia ke depan. Ia menjelaskan, peningkatan ini diharapkan dapat “men-support berbagai program-program yang strategis yang bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi, mengatasi kemiskinan, dan menciptakan lapangan kerja.”
Lebih lanjut, Arif mengungkapkan bahwa BRIN juga tengah menyiapkan penguatan riset di sektor tekstil, sepatu, hingga industri strategis lain seperti dirgantara. Ia menyinggung pengembangan pesawat N219 hasil kolaborasi BRIN dan PT Dirgantara Indonesia. “Moga-moga awal 2027 atau akhir 2026 sudah bisa selesai risetnya, kemudian kita bisa menghasilkan pesawat Amfibi,” pungkasnya.










