Pasaman – Operasi pencarian Eman (35), warga Rao, Kabupaten Pasaman, yang hanyut di Sungai Batang Pasaman sejak Kamis (14/8/2025) lalu, resmi dihentikan oleh Tim SAR gabungan pada Kamis (21/8/2025). Keputusan ini diambil setelah tujuh hari upaya pencarian intensif dilakukan.

Koordinator Pos SAR Pasaman, Yurandi menjelaskan, penghentian operasi SAR telah diupayakan semaksimal mungkin sejak Jumat (15/8/2025). “Operasi SAR ditutup dengan pertimbangan korban belum ditemukan dan tidak ada tanda-tanda keberadaannya. Namun pemantauan tetap dilakukan. Operasi bisa dibuka kembali jika ada informasi atau tanda-tanda baru,” ujarnya, Kamis (21/8/2025) sore.

Yurandi menambahkan, keputusan penghentian operasi SAR ini telah disepakati bersama unsur terkait, keluarga korban, dan pemerintah nagari.

Eman dilaporkan hanyut saat mencoba menyeberangi Sungai Batang Pasaman bersama tiga rekannya pada Kamis (14/8/2025) sekitar pukul 18.00 WIB. Tiba-tiba, air bah datang dan menyeret mereka.

Tiga dari empat orang berhasil ditemukan. Asba (31) dan Reza (25) selamat, sementara Aldi (25), warga Limau Puruik, Kecamatan Kinali ditemukan meninggal dunia. Sedangkan Eman (35) hilang dan belum ditemukan hingga operasi pencarian dihentikan.

Keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke Kantor SAR Padang melalui Pos SAR Pasaman Barat pada Jumat (15/8/2025) sore.

Dalam operasi pencarian, tim SAR membagi empat regu dengan metode penyisiran tepi sungai, scouting darat, rafting, hingga pencarian menggunakan perahu karet sejauh ±27,6 kilometer. Pencarian juga melibatkan penggunaan drone.

Namun, hingga Kamis (21/8/2025) pukul 18.00 WIB, pencarian masih nihil. Setelah evaluasi pada pukul 18.20 WIB, seluruh unsur gabungan termasuk TNI, Polri, relawan, serta masyarakat dipulangkan ke satuan masing-masing.

Kantor SAR Padang menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh pihak yang telah membantu selama operasi pencarian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *