Pekanbaru – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Pekanbaru mengamankan 79 sepeda motor yang terindikasi tidak memenuhi standar dalam operasi Patroli Blue Light selama dua hari. Penertiban ini menyasar aksi balap liar yang meresahkan masyarakat di wilayah hukum Polresta Pekanbaru.
Operasi yang digelar sejak Selasa (8/7/2025) malam hingga Rabu (9/7/2025) malam itu menyasar sejumlah lokasi strategis di Kota Pekanbaru. Kasatlantas Polresta Pekanbaru, Kompol I Made Juni Artawan, menjelaskan bahwa puluhan kendaraan tersebut diamankan karena terindikasi melakukan aksi balap liar, menggunakan knalpot brong, tidak menggunakan TNKB, serta tidak dilengkapi surat kepemilikan.
“Sebanyak 79 kendaraan kami amankan dan ditindak selama dua hari razia Blue Light. Rinciannya, 41 kendaraan ditindak pada tanggal 9-10 Juli, sementara 38 lainnya pada 8 Juli 2025,” ujar Kompol I Made Juni, Kamis (10/7/2025).
Patroli yang dipimpin Kasatreskrim Kompol Berry Juana Putra menyasar beberapa lokasi strategis, termasuk kawasan Kantor DPRD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman (sekitar Awal Bros), Jalan Arifin Ahmad, Jalan Tambusai, Jalan Diponegoro, dan Jalan Pattimura.
Kompol I Made Juni Artawan menambahkan, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas), serta menekan angka kecelakaan dan balap liar di malam hari.
Langkah ini juga diambil untuk mencegah tindak kejahatan jalanan (C3: Curat, Curas, Curanmor), serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat, terutama pada jam rawan. “Kami akan terus intensifkan patroli ini demi kenyamanan masyarakat Pekanbaru,” tegasnya.
Lebih lanjut, Kompol Juni mengimbau para orang tua untuk lebih mengawasi anak-anak mereka agar tidak terlibat dalam kegiatan yang melanggar hukum, terutama di malam hari. Kompol Juni Artawan pada Kamis (10/7/2025) menutup keterangannya dengan berkata, “Kami mengimbau untuk orang tua terus memantau anak-anaknya agar tidak terlibat kegiatan melanggar hukum, terutama di malam hari serta menggangu kenyamanan masyarakat terkhususnya Kota Pekanbaru.”











