Tembilahan – Kobaran api melahap sebuah mobil Honda Mobilio di Jembatan Parit 22 Jalan Terusan Mas, Kecamatan Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau, Jumat (12/9/2025). Akibatnya, dua orang mengalami luka bakar serius dan harus dilarikan ke rumah sakit.
Kasat Reskrim Polres Inhil, AKP Budi Winarko, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. “Untuk saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait faktor penyebab kebakaran. Tim sedang mengumpulkan keterangan serta bukti-bukti di lapangan,” ujarnya.
AKP Budi Winarko menjelaskan, dua korban yang merupakan penumpang mobil, yakni Yan Mahendra (37) dan Sulastri (30), segera dilarikan ke RSUD Puri Husada Tembilahan untuk mendapatkan perawatan intensif. “Korban saat ini masih dalam perawatan medis, dan kondisinya terus dipantau oleh tim kesehatan,” tambahnya.
Lebih lanjut, AKP Budi Winarko merinci bahwa Yan Mahendra mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tangan, sementara Sulastri menderita luka bakar di wajah, tangan, dan sebagian tubuhnya. Keduanya masih menjalani perawatan intensif dan belum memungkinkan untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.
Menurut keterangan saksi mata, Arif Hardiman (31) dan Taufiqurahman (37), mobil Honda Mobilio berwarna putih itu melaju dengan kecepatan tinggi sebelum insiden terjadi. Tiba-tiba, saat berada di atas jembatan, terdengar ledakan keras yang kemudian disusul dengan munculnya api yang membesar.
Warga sekitar, termasuk saksi dan rekan-rekannya di PLTU, berupaya memadamkan api menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Namun, api terus berkobar hingga akhirnya mobil pemadam kebakaran dari PLTU dikerahkan ke lokasi kejadian.
Dalam proses evakuasi, saksi melihat dua orang yang diduga sebagai pengemudi dan penumpang mobil berlari keluar dari kendaraan menuju arah Parit 23 dengan kondisi tubuh terbakar. Setelah api berhasil dipadamkan, kedua korban segera dievakuasi ke rumah sakit terdekat.
Saat ini, lokasi kejadian telah disterilkan oleh Polres Indragiri Hilir dengan pemasangan garis polisi. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran sebelum ada hasil penyelidikan resmi. “Jangan menimbulkan isu yang belum pasti kebenarannya, saat hasil penyelidikan rampung akan kami umumkan kepada masyarakat,” tutup AKP Budi Winarko pada Jumat (12/9/2025).











