PASAMAN – Di tengah keterbatasan infrastruktur, dedikasi seorang bidan di Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, patut diacungi jempol. Bidan Dona, petugas Puskesmas Simpang Tonang, viral usai aksinya menyeberangi derasnya Sungai Batang Pasaman demi menjangkau pasien TBC aktif di Jorong Sinuangon, Nagari Cubadak Barat.
Aksi heroik tersebut dilakukan karena jembatan penghubung ke daerah itu telah putus beberapa hari sebelumnya. Dengan tas berisi peralatan medis di punggung, Dona menuruni tebing licin dan menyeberangi sungai selebar hampir 18 meter yang tengah meluap. Setelah berhasil menyeberang, ia masih harus menempuh jalan terjal sejauh 27 kilometer menggunakan jasa ojek motor untuk mencapai rumah pasien.
Dona mengungkapkan, sebagai tenaga kesehatan, dirinya merasa terpanggil untuk memeriksa kondisi pasien yang sudah mengonsumsi obat selama sepuluh hari. “Sebagai tenaga kesehatan, saya merasa terpanggil. Pasien ini menderita TBC aktif dan sudah mengonsumsi obat selama sepuluh hari. Meski sebelumnya sudah dikunjungi bidan desa, ia ingin saya datang langsung untuk memeriksa kondisinya,” tuturnya pada Jumat (27/6/2025).
Pasien tersebut diketahui tidak menunjukkan perbaikan signifikan dan memohon agar mendapat pemeriksaan lanjutan. Di tengah segala keterbatasan dan risiko, keinginan kuat Dona untuk memastikan pasien memperoleh layanan optimal tak tergoyahkan. “Apapun risikonya, saya harus memastikan pasien mendapatkan pelayanan terbaik. Ini panggilan hati,” tegasnya.
Kepala Puskesmas Cubadak, dr. Gusti Amrita, mengaku terharu sekaligus bangga atas dedikasi yang ditunjukkan bawahannya. Menurutnya, langkah berani Bidan Dona adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang humanis dan berdedikasi. “Langkah berani Bidan Dona adalah wujud nyata pelayanan kesehatan yang humanis dan berdedikasi. Ini mencerminkan komitmen kami untuk terus hadir bagi masyarakat, meski di tengah keterbatasan fasilitas,” ujarnya pada Jumat (27/6/2025).
Video yang memperlihatkan Dona menerjang arus sungai menuai apresiasi publik dan menggambarkan nyata perjuangan tenaga kesehatan di pelosok negeri.
Putusnya jembatan di Sungai Batang Pasaman bukan hanya menyulitkan mobilitas tenaga medis, tapi juga membuat warga setempat harus mempertaruhkan keselamatan setiap kali menyeberang. Kisah Bidan Dona menjadi pengingat bahwa masih banyak “pejuang sunyi” yang bekerja tanpa sorotan kamera, berbekal panggilan kemanusiaan dan hati nurani.











