Padang – Kawasan padat penduduk di Jalan Pemancungan, Kelurahan Pasar Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, dilanda kebakaran hebat pada Kamis (9/10/2025). Api melalap 14 rumah warga hingga ludes dan menyebabkan kerugian materiel yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Kepala Bidang Operasional Sarana dan Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, menduga kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah yang merembet ke permukiman.

Rinaldi menjelaskan bahwa unit pemadam kebakaran bergerak cepat menuju lokasi kejadian pada pukul 10.52 WIB. “Unit kami langsung bergerak pukul 10.52 WIB dan tiba di lokasi sekitar lima menit kemudian. Petugas segera melakukan upaya pemadaman agar api tidak semakin meluas,” ujarnya pada Kamis (9/10/2025).

Proses pemadaman sempat terkendala akibat akses jalan yang sempit dan lokasi yang berada di permukiman padat. Namun, berkat kerja sama tim, bantuan warga, serta dukungan dari berbagai pihak seperti TNI, Polri, Satpol PP, PLN, dan PMI, api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke area lain.

Berdasarkan data sementara, kebakaran ini berdampak pada 14 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa. Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp2 miliar.

Rinaldi menambahkan, total rumah yang terbakar mencapai 14 unit dengan luas area sekitar 900 meter persegi. “Total rumah yang terbakar ada 14 unit dengan luas area sekitar 900 meter persegi. Area berpotensi terdampak mencapai 1.500 meter persegi,” jelasnya.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengerahkan 15 unit armada dan sekitar 120 personel untuk memadamkan api.

Gusmawati (44), seorang warga setempat yang menjadi saksi mata, menuturkan bahwa api pertama kali terlihat dari area pembakaran sampah. “Begitu lihat api menjalar ke dinding rumah, saya langsung hubungi petugas damkar,” ungkapnya.

Rinaldi menambahkan bahwa penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan padat penduduk. “Musibah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Percikan kecil saja bisa menimbulkan kebakaran besar,” pungkas Rinaldi pada Kamis (9/10/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *