Sijunjung – Masyarakat Kampung Adat Tanah Bato, Sijunjung, menggelar pawai kemerdekaan pada Senin (18/8/2025) dengan mengusung tema pejuang pangan dan lingkungan. Aksi ini dilakukan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-80 sekaligus menjadi simbol perjuangan masyarakat untuk mandiri secara pangan dan terbebas dari kejahatan lingkungan.
Panitia penyelenggara Pawai Zagia menyatakan, pawai kemerdekaan ini bukan sekadar parade. “Perayaan HUT RI Ke -80 bukan sekadar pawai dan arak-arakan, tetapi momentum sakral untuk membangun kesadaran semua elemen masyarakat,” ujarnya pada Senin (18/8/2025).
Pawai tersebut menampilkan kekayaan pangan dan budaya dengan tujuan meningkatkan kesadaran akan pentingnya kedaulatan pangan serta lingkungan hidup yang baik dan sehat bagi generasi emas.
Lebih lanjut, panitia penyelenggara menyampaikan bahwa kejahatan lingkungan yang menyebabkan sumber penghidupan dari hutan dan sungai hancur akibat penebangan dan tambang ilegal harus terus dilawan. “Kejahatan lingkungan yang menyebabkan sumber penghidupan dari hutan dan sungai hancur dan tercemar oleh penebangan kayu ilegal dan tambang ilegal harus terus dilawan, sampai kita merdeka dari kejahatan lingkungan ini,” katanya.
Pihaknya berharap, melalui pawai pada Senin (18/8/2025) ini, kesadaran seluruh elemen masyarakat dan pemerintah dapat terbangun untuk melestarikan lingkungan dan menghapuskan seluruh kejahatan lingkungan, demi terwujudnya kedaulatan pangan yang berkelanjutan.










