SELATPANJANG – Budidaya ikan Palmas atau yang dikenal juga sebagai ikan naga, menjadi peluang bisnis menjanjikan di Kabupaten Meranti. Masnur, seorang pembudidaya ikan di Meranti, pada Jumat (27/6/2025) mengungkapkan bahwa ikan purba yang telah ada sejak 200 juta tahun lalu ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi.

Ikan yang dalam mitologi Tiongkok disebut Jiaolong ini, menurut catatan, dapat hidup hingga 80 tahun di penangkaran. Di kalangan etnis Tionghoa, ikan yang juga dikenal sebagai Ikan Bichir ini dipercaya membawa keberuntungan jika dipelihara sebanyak 9 ekor.

Masnur menjelaskan, dirinya telah membudidayakan ikan Palmas sejak tahun 2008. “Kita memiliki sejumlah jenis ikan Palmas ini. Khususnya jenis Orna. Kita sudah membudidayakannya sejak tahun 2008,” ungkapnya.

Ia menambahkan, budidaya ikan Palmas tidaklah sulit asalkan pakan dan kondisi air terjaga, serta menciptakan lingkungan yang nyaman bagi ikan. Bahkan, menurutnya, tidak diperlukan kolam besar, cukup wadah yang memadai untuk membuat ikan nyaman.

Lebih lanjut, Masnur menjelaskan bahwa secara umum, orang yang memelihara ikan ini percaya akan membawa hoki atau keberuntungan seperti halnya ikan Koi. “Memang secara umum ikan ini diminati oleh masyarakat keturunan tiong hoa. Biasanya mereka akan membeli dalam jumlah 9. Jumlah tersebut diyakini akan membawa hoki akan keberuntungan,” jelasnya pada Jumat (27/6/2025).

Saat ini, Masnur menjual ikan Palmas berukuran 50-55 sentimeter dengan umur sekitar 15 tahun. Harga per ekornya dipatok Rp2,5 juta. Meskipun berasal dari Afrika, ikan Palmas kini banyak dibudidayakan di berbagai daerah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *