Jakarta – Di tengah sorotan publik terkait dugaan keterlibatannya dalam cerita buku “Broken Strings” karya Aurelie Moeremans, aktris Nikita Willy justru memberikan pesan menyentuh tentang perempuan dan ibu. Unggahan tersebut diposting pada Senin (19/1/2026) di akun Instagram pribadinya.

Dalam unggahannya, Nikita Willy menyampaikan komitmennya untuk saling menguatkan antar perempuan, terutama bagi para ibu yang menghadapi berbagai tantangan sehari-hari.

“Aku nggak akan pernah menghakimi penampilanmu. Rambut yang berantakan, baju yang kusut, atau pakaian yang sudah kamu pakai berkali-kali. Aku tahu betapa repot dan besar usahamu hanya untuk bisa keluar rumah,” tulis Nikita dalam akun Instagramnya, Senin (19/1/2026).

Sebelumnya, nama Nikita Willy ramai diperbincangkan dan dikaitkan dengan dugaan perundungan yang dialami Aurelie Moeremans di awal kariernya. Hal ini bermula dari cerita Aurelie dalam bukunya yang menceritakan pengalaman kurang menyenangkan saat bekerja dengan seorang pemeran utama sinetron.

Meskipun Aurelie tidak secara gamblang menyebutkan nama, warganet berspekulasi bahwa sosok yang dimaksud adalah Nikita Willy. Akibatnya, kolom komentar Instagram Nikita Willy dibanjiri berbagai komentar dari warganet.

Menariknya, Nikita Willy memilih untuk tidak memberikan tanggapan langsung terhadap komentar-komentar tersebut. Ia tetap aktif membagikan konten seperti biasa dan membiarkan kolom komentarnya tetap terbuka.

Nikita Willy juga menyinggung isu pengasuhan anak yang seringkali menjadi perdebatan di kalangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin menghakimi cara orang lain dalam membesarkan anak.

“Aku nggak akan menghakimi caramu mengasuh anak, meski berbeda dariku. Setiap keluarga punya caranya sendiri,” ungkapnya dalam unggahan tersebut.

Selain itu, Nikita Willy juga menekankan pentingnya menghentikan kebiasaan membanding-bandingkan anak. Menurutnya, setiap anak memiliki proses tumbuh kembang yang berbeda-beda.

“Aku nggak akan membandingkan anakmu dengan anakku, karena anak-anak kita bukan perlombaan dan mereka punya cerita masing-masing,” tambahnya.

Nikita Willy juga berpendapat bahwa rasa lelah yang dirasakan oleh para ibu adalah hal yang wajar dan tidak seharusnya dipandang sebagai sesuatu yang negatif.

Di akhir pesannya, Nikita Willy menuliskan kalimat yang menyentuh banyak pihak, “Kita semua hanyalah seorang ibu, yang sedang berusaha melakukan yang terbaik dengan apa yang kita punya.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *