Jakarta – Clara Shinta mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (16/4/2026) guna merespons aduan mantan suami pertamanya, Denny Goestaf, terkait hak asuh dan akses bertemu anak. Dalam kesempatan tersebut, Clara membeberkan fakta bahwa Denny tidak pernah memberikan nafkah kepada buah hati mereka sejak lahir.

Clara menegaskan bahwa tuntutannya bukanlah hal yang berlebihan, melainkan kewajiban dasar seorang ayah. Ia meminta mantan suaminya untuk bertanggung jawab atas kebutuhan pokok anak, terutama biaya pendidikan. “Saya meminta kepada mantan suami saya untuk bertanggung jawab atas nafkah yang pokok saja, seperti uang sekolahnya,” ujar Clara dalam sesi jumpa pers, Kamis (16/4/2026).

Clara mengungkapkan bahwa sebenarnya sudah ada kesepakatan hukum dalam putusan cerai mereka, di mana Denny wajib memberikan nafkah sebesar Rp5 juta per bulan. Namun, komitmen tersebut disebut tidak pernah terealisasi. Menurut Clara, nominal tersebut pun sebenarnya masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya sekolah anaknya setiap bulan.

Meski merasa kecewa, Clara menegaskan dirinya tidak berniat memutus hubungan antara ayah dan anak. Ia hanya berharap ada keseimbangan antara hak dan kewajiban yang dijalankan oleh mantan suaminya. “Makanya itu yang sangat saya sayangkan, dia menuntut untuk bertemu anak saya, tapi saya berharap dia juga bisa memberikan hak anak saya,” tegasnya.

Persoalan ini menambah kompleksitas kehidupan pribadi Clara, yang saat ini juga tengah menjalani proses perceraian dengan suami keduanya, Muhammad Alexander Assad.Jakarta – Clara Shinta mendatangi kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pada Kamis (16/4/2026) guna merespons aduan mantan suami pertamanya, Denny Goestaf, terkait hak asuh dan akses bertemu anak. Di tengah sengketa tersebut, Clara membeberkan fakta bahwa Denny tidak pernah memberikan nafkah kepada buah hati mereka sejak lahir.

Clara menegaskan bahwa tuntutannya bukanlah hal yang berlebihan, melainkan kewajiban dasar seorang ayah. Ia meminta mantan suaminya untuk bertanggung jawab atas kebutuhan pokok anak, terutama biaya pendidikan. “Saya meminta kepada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *