Padang – Di tengah gempuran persaingan transportasi daring, Edward (47), seorang pengemudi taksi Bluebird di Kota Padang, membuktikan bahwa pelayanan prima tetap menjadi kunci keberhasilan. Ayah satu anak ini rela bangun pukul 03.00 WIB setiap hari demi menjemput rezeki di jalanan.

Edward, warga Ulak Karang, Padang, menuturkan bahwa rutinitas bangun pagi buta dilakukannya untuk menghindari persaingan ketat. “Saya yakin tak banyak driver yang memilki kebiasaan seperti saya, karena untuk bangkit dari tidur di jam 03.00 WIB itu butuh perjuangan keras. Alhamdulillah saya berhasil menjadikannya sebagai satu rutinitas,” ujarnya saat ditemui di Pool Bluebird Padang, Senin (7/7/2025).

Setelah beribadah dan mempersiapkan diri, Edward langsung tancap gas mencari penumpang. Sasarannya adalah warga Padang yang hendak mengejar penerbangan pagi dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Berkat kegigihannya, Edward berhasil membangun loyalitas pelanggan. Mereka kini rutin menggunakan jasanya, terutama untuk perjalanan ke bandara di pagi hari. Ia selalu menekankan pentingnya memberikan pelayanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan.

Menurut Edward, kunci sukses pengemudi Bluebird adalah menerapkan prinsip 3S: senyum, salam, dan sapa. Ia menjelaskan, senyum menciptakan suasana ramah, salam disesuaikan dengan latar belakang penumpang, dan sapaan sopan membangun komunikasi yang baik.

“Ucapan salam seperti ‘Selamat pagi,’ ‘Selamat siang,’ atau ‘Selamat malam’, saat penumpang naik ke dalam taksi merupakan bentuk keramahan dan sopan santun yang langsung membuat penumpang merasakan suasana yang penuh keramahan,” imbuhnya pada Senin (7/7/2025).

Dedikasi Edward selama 11 tahun, sejak bergabung dengan Bluebird pada 2014, diapresiasi perusahaan dengan beasiswa Rp3 juta per semester untuk anaknya yang kuliah di Universitas Andalas (Unand).

“Meski saya selalu bisa memenuhi target perusahaan, bantuan beasiswa ini benar-benar sangat meringankan beban hidup saya,” kata Edward. Ia berharap beasiswa ini terus berlanjut dan anaknya dapat diberdayakan oleh Bluebird setelah lulus kuliah.

Kepala Bluebird Pool Padang, Eko Febrianto (35), menjelaskan bahwa beasiswa ini adalah wujud kepedulian perusahaan terhadap masa depan anak-anak pengemudi. “Beasiswa Bluebird ini membuat para driver terloyal merasa perjuangannya tidak sia-sia dan sangat dihargai perusahaan,” ungkapnya.

Eko berharap seluruh pengemudi Bluebird dapat menyatukan visi dan misi dengan perusahaan agar kejayaan Bluebird di Padang dapat kembali bersinar.

Direktur Utama PT Blue Bird Tbk, Adrianto Djokosoetono, menambahkan bahwa setiap kilometer yang ditempuh pelanggan bersama Bluebird adalah kontribusi nyata bagi pendidikan dan masa depan generasi penerus.

“Sejak awal berdiri di tahun 1972, perusahaan telah menempatkan dukungan sosial sebagai bentuk dari nilai kepedulian dan keberlanjutan,” katanya. Ia menambahkan bahwa melalui program Beasiswa Bluebird Peduli, perusahaan telah menyalurkan lebih dari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *