Padang – Pasca viralnya tulisan “Mencari Prestasi Sumbar” karya Aidil Aulya, kinerja kepala daerah di Sumatera Barat menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, penggiat pemilu Rifa Yanas pada Jumat (27/6/2025) menekankan pentingnya mengukur kinerja pemerintah daerah berdasarkan visi misi yang telah ditetapkan.

Menurut mantan wartawan tersebut, masyarakat dapat dengan mudah mengukur kinerja pemerintah dengan mengakses visi misi kepala daerah melalui website resmi KPU atau media sosial penyelenggara pemilu. “Sejatinya mudah bagi publik untuk mengukur kinerja pemerintah,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh salinan visi misi para mantan pasangan calon dengan datang langsung atau bersurat ke kantor KPU setempat. Rifa Yanas menjelaskan bahwa dalam sistem kepemiluan, visi misi yang ada adalah visi misi Kepala Daerah (Kada), bukan Kepala Dinas atau Kepala Biro. Visi misi Kada merupakan satu kesatuan yang harus dijalankan secara seirama setelah pemilihan.

Sebagai dokumen persyaratan pencalonan, naskah visi, misi, dan program Calon Kada wajib diserahkan ke KPU setempat dan harus selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Jangka Menengah Daerah. KPU, lanjut Rifa Yanas, telah melakukan klarifikasi kesesuaian naskah visi misi Cakada ke Bappeda atau Bapelitbangda. Jika tidak lengkap dan sesuai, KPU dapat mengembalikan berkas persyaratan pencalonan untuk diperbaiki.

Saat pemilihan serentak 2024, KPU menyebarkan visi misi Kada di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) agar pemilih dapat membaca dan membandingkan program pasangan calon. KPU juga memfasilitasi debat publik agar masyarakat luas dapat mengenal visi misi Kada lebih dalam.

Rifa Yanas mengatakan bahwa arsip Visi Misi Kada akan terus terpelihara disimpan KPU meskipun Pilkada telah usai. “Meski Pilkada usai, arsip Visi Misi Kada itu akan terus terpelihara disimpan KPU,” katanya. Baik yang tertulis maupun salinan digital, termasuk siaran langsung debat publik, masih dapat diakses oleh publik.

Di era digital ini, Rifa Yanas menambahkan, potongan video debat publik dapat dengan mudah diviralkan kembali, sehingga visi misi Kada yang dulu diucapkan dengan lantang dapat disiarkan ulang.

Ia mengingatkan para pemimpin terpilih untuk bersiap menghadapi kritikan yang akan terus berdatangan. “Dari tulisan Aidil Aulya kita belajar terbangun sebelum ayam berkokok,” ujarnya. Rifa Yanas juga menambahkan, “Memang benar masyarakat kini hidup di era disrupsi informasi. Netizen akan selalu benar, dan kian bertumbuh,” pungkasnya pada Jumat (27/6/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *