PESISIR SELATAN – Tenaga Ahli DPR RI, Luthfi Akbar, mengapresiasi pembangunan tiga jembatan gantung di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Proyek dengan total anggaran Rp23,7 miliar ini disebutnya sebagai “kemenangan rakyat”.
Menurut Luthfi Akbar, keberhasilan pembangunan jembatan ini adalah berkat adanya semangat persatuan dan gotong royong dari berbagai pihak. “Tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Pesisir Selatan hari ini membuktikan, jika kita bergerak bersama, maka jarak menjadi dekat, dan mimpi menjadi nyata,” ujarnya.
Sebagai putra daerah, Luthfi mengaku merasakan ikatan emosional yang kuat dengan Pesisir Selatan. Ia mengungkapkan bahwa terwujudnya proyek ini adalah hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, anggota DPR RI, kementerian terkait, tokoh masyarakat, dan semua pihak yang terlibat.
Luthfi juga menyampaikan terima kasih kepada rekan-rekan media yang konsisten mengawal informasi. Ia menyebut media sebagai “jembatan suara rakyat” yang berhasil menarik perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan.
“Terima kasih kepada semua yang terlibat, baik yang terlihat maupun yang bekerja tanpa sorotan. Kemenangan ini bukan milik satu pihak, tapi milik seluruh rakyat Pesisir Selatan,” tegasnya.
Dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk terus mengawal proses pembangunan hingga tuntas, memastikan proyek ini aman dan bermanfaat bagi semua.
“Kalau satu jembatan bisa kita wujudkan dengan kebersamaan, maka banyak lagi yang bisa kita bangun untuk Pesisir Selatan,” tutupnya, menekankan bahwa jembatan ini bukan hanya penghubung fisik, tetapi juga simbol persatuan demi masa depan daerah yang lebih baik.
Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sumbar E. Putra Friandi mengatakan, Kementerian Pekerjaan Umum memastikan akan membangun jembatan gantung di 3 desa di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, pada tahun 2025 sebagai pengganti jembatan lama yang rusak akibat banjir bandang Maret 2024 lalu.
Sebagaimana dilansir sejumlah media nasional, Kamis (14/8/2025), E. Putra Friandi menjelaskan, anggaran untuk pembangunan jembatan ini berasal dari Kementerian PU, dengan alokasi Rp7,9 miliar per unit. “Artinya proyek jembatan akan dilakukan pada 3 titik, maka total anggarannya mencapai Rp23,7 miliar. Tahun ini dimulai dan diperkirakan selesai di awal tahun 2026 mendatang,” katanya.
Friandi menambahkan, jembatan gantung ini penting sebagai penghubung antar desa, memfasilitasi akses petani, pendidikan, dan masyarakat setempat. “Jembatan ini perannya besar terhadap perekonomian masyarakat di pedesaan, sehingga pengerjaannya pun akan dimulai sesegera mungkin. Tentunya hal ini menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat,” ujarnya.











