Padang – Pemerintah Kota Padang mendapatkan kado istimewa jelang Hari Jadi Kota ke-356, berupa alokasi dana Rp9,9 miliar dari pemerintah pusat. Dana tersebut akan digunakan untuk menata kawasan kumuh di Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, sebagai tahap awal program strategis nasional.

Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyambut baik program ini. Ia menyampaikan rasa syukur atas perhatian pemerintah pusat terhadap penataan kawasan kumuh di wilayahnya.

“Alhamdulillah, kita bersyukur karena kawasan Pasia Nan Tigo akan segera diperbaiki dan ditata secara menyeluruh. Atas nama Pemerintah Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih kepada Anggota Komisi V DPR RI Bapak Zigo Rolanda yang telah mengawal usulan ini hingga disetujui pusat,” ujar Maigus saat pertemuan di Pasia Nan Tigo, Rabu (30/7/2025).

Maigus berharap dukungan dari semua pihak agar program ini berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut menjaga proses pengerjaan agar selesai tepat waktu. “Kita jadikan ini sebagai kado Hari Jadi Kota Padang ke-356,” imbuhnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menjelaskan bahwa pengentasan kawasan kumuh adalah prioritas nasional Presiden RI Prabowo Subianto. Menurutnya, Kota Padang berhasil mendapatkan program ini berkat upaya aktif dari kepala daerah.

“Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang menyampaikan langsung usulan ini kepada kami. Kami tindak lanjuti ke Kementerian PUPR dan langsung dikabulkan. Ini bentuk kerja nyata antara pusat dan daerah,” tutur Zigo pada Rabu (30/7/2025).

Zigo menambahkan, dari 35 provinsi, hanya 10 daerah yang terpilih untuk program ini. Di Sumatera Barat, hanya Kota Padang dan Kabupaten Dharmasraya yang menerima. Ia berharap keberhasilan tahap pertama ini akan membuka jalan untuk memperjuangkan sisa 15 hektare dari total 30 hektare yang diusulkan.

Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Kawasan Permukiman (P3KP) Sumatera III, Yenni Sofyan Mora, menjelaskan bahwa pekerjaan akan dimulai pertengahan September 2025 dan ditargetkan selesai dalam tiga bulan.

“Anggaran Rp9,9 miliar ini akan digunakan untuk membangun drainase, jalan lingkungan, TPS3R, 52 unit sanitasi, 12 unit perbaikan rumah, serta ruang terbuka hijau, penerangan jalan, dan gapura kawasan,” jelas Yeni.

Yenni menambahkan, program ini merupakan bagian dari program nasional 3 juta rumah, dengan prioritas di kawasan pesisir, perkotaan, dan pedesaan. Ia berharap kolaborasi antara Pemko Padang dan masyarakat akan memperlancar pengerjaan dan menekan angka kawasan kumuh hingga nol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *