Padang – Sebanyak 190 siswa dari 38 SMA/SMK/MA se-Sumatera Barat mengikuti Nagari Mabit Camp yang digelar Bank Nagari di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi, mulai Jumat (25/7/2025). Kegiatan selama dua hari ini bertujuan untuk membangun ekosistem syariah di Sumatera Barat.

Selain edukasi perbankan syariah, kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter kepemimpinan dan semangat islami para peserta.

M. Riza Harry Susanto, Ketua Pelaksana Nagari Mabit Camp yang juga Wakil Pemimpin Divisi Usaha Syariah Bank Nagari, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi tiga divisi di Bank Nagari. “Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan oleh Bank Nagari, yang terdiri dari 38 sekolah yang ada di Sumbar, dan terdiri dari 190 peserta. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang silaturahmi, dan juga momen untuk meningkatkan literasi keuangan syariah di Sumbar,” ujarnya.

Riza menambahkan, bonus demografi 2045 tidak akan terwujud jika generasi muda tidak didekatkan dengan aspek ekonomi dan agama. “Kami Bank Nagari dalam hal ini tentu saja mengapresiasi animo dan antusias dari para peserta, mudah-mudahan kegiatan ini dapat kita lanjutkan setiap tahunnya,” ucapnya pada Jumat (25/7/2025).

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli menjelaskan, indeks literasi keuangan syariah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 39,11%, meningkat dari 9,14% pada tahun 2022, dengan indeks inklusi keuangan syariah sebesar 12,88%.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi perbankan syariah semakin masif. “Tentunya ini akan sejalan dengan potensi pertumbuhan keuangan syariah di Indonesia yang diharapkan akan semakin meningkat. Dengan persentase penduduk muslim di Indonesia sebesar 84,35% atau sebesar 236 juta jiwa, harapan besar agar ekosistem ekonomi dan keuangan syariah bisa lebih dikenal dan digunakan oleh semua lapisan masyarakat menjadi sebuah keniscayaan,” jelasnya.

Direktur Utama Bank Nagari, Gusti Candra menambahkan, dengan populasi muslim sekitar 97-98% dan falsafah Adat basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah, perbankan syariah diharapkan menjadi pilihan utama masyarakat Sumatera Barat.

“Melihat potensi ini, Bank Nagari telah melakukan berbagai kegiatan dalam rangka mengedukasi masyarakat berbagai kalangan terkait dengan keuangan syariah. Salah satunya adalah kegiatan Nagari Mabit Camp yang dilaksanakan mulai Jumat (25/7/2025) di kompleks Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi. Kegiatan ini menghadirkan 38 sekolah setingkat SMA/SMK/MA di seluruh Sumatera Barat, dengan jumlah peserta sebanyak 190 orang siswa,” jelasnya.

Kegiatan ini memberikan pembekalan kepada siswa untuk menjadi pribadi muslim sejati, menumbuhkan semangat kepemimpinan islami, membentuk karakter mandiri, disiplin, dan peduli sosial, meningkatkan relasi dan sinergi, membekali ilmu agama, soft skill, motivasi hidup islami, serta edukasi dan literasi produk perbankan syariah.

“Selain kepribadian muslim, Bank Nagari juga menyiapkan berbagai materi terkait edukasi produk-produk perbankan syariah, digitalisasi serta penguatan pemahaman siswa terkait ekonomi dan keuangan syariah,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menghasilkan bibit pemimpin muda yang dapat menjadi agen inklusi keuangan syariah di Sumatera Barat. Alumni Nagari Mabit Camp diharapkan menjadi komunitas literasi dan inklusi keuangan syariah yang akan terjun langsung untuk melaksanakan syiar mulai dari lingkungan terdekat hingga cakupan yang lebih luas.

Alumni Nagari Mabit akan disebut sebagai Sahabat Nara, yang akan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk memberikan edukasi dan literasi tentang keuangan dan perbankan syariah.

Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengapresiasi kegiatan yang diinisiasi Bank Nagari tersebut. Menurutnya, program ini sangat baik dan strategis bagi kemajuan perekonomian dan layanan syariah di Sumbar.

“Kepada peserta yang terpilih untuk mengikuti kegiatan ini agar memanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan wawasan, dan para peserta diberikan mandat atau amanah, sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing, dan menjadi garda terdepan untuk bisa mensosialisasikan dan berbagi pengetahuan kepada lingkungan terdekatnya masing-masing,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *