Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan dukungan penuh terhadap penguatan pengawasan distribusi Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu (JBT) dan Jenis Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan (JBKP).

Dukungan itu disampaikan Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengawasan Pendistribusian BBM Subsidi yang dipimpin Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi di Auditorium Gubernur Sumbar, Kamis (4/6/2026).

Rakor tersebut menyoroti maraknya modus penyalahgunaan BBM subsidi yang ditemukan Satgas Pengendalian dan Pengawasan BBM Subsidi Sumbar.

Sejumlah modus yang terungkap di antaranya penggunaan kendaraan dengan nomor polisi ganda, tangki modifikasi, pengisian berulang menggunakan beberapa QR Code, hingga dugaan penyaluran BBM untuk kegiatan pertambangan ilegal.

Fadly Amran menegaskan sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemangku kepentingan sangat penting untuk memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran.

Menurutnya, pengawasan perlu diperkuat mengingat antrean panjang di SPBU sempat mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.

“Kota Padang mendukung penuh upaya pengawasan distribusi JBT dan JBKP agar penyalurannya berjalan tertib, transparan, dan tepat sasaran. Sinergi antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan untuk mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi,” ujar Fadly Amran.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi dalam arahannya menekankan subsidi energi harus dinikmati oleh masyarakat yang berhak.

Ia meminta pemerintah kabupaten dan kota meningkatkan koordinasi serta pengawasan lapangan guna mencegah berbagai bentuk penyimpangan.

“Subsidi energi yang diberikan pemerintah harus benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. Karena itu, pengawasan perlu terus diperkuat melalui koordinasi dan sinergi seluruh pihak terkait,” tegas Mahyeldi.

Direktur BBM BPH Migas Chrisnawan Anditya mengapresiasi langkah pengawasan di Sumbar yang dinilai berhasil menekan konsumsi solar subsidi secara signifikan.

Sebagai langkah preventif lanjutan, BPH Migas tengah mengkaji penguatan sistem digital, termasuk penerapan PIN atau OTP pada QR Code untuk mempersempit peluang penyalahgunaan.

Sementara itu, Sales Area Manager PT Pertamina Patra Niaga Sumbar Fakhri Rizal Hasibuan memastikan stok BBM di Sumbar dalam kondisi aman.

Ia mencatat, setelah operasi lapangan digencarkan, antrean di sebagian besar SPBU mulai berkurang.

“Kita bersyukur, setelah pengawasan diperketat dan operasi lapangan digencarkan, konsumsi solar subsidi tercatat menurun signifikan dan antrean di sebagian besar SPBU mulai berkurang. Kita ingin kondisi ini terus terjaga melalui pengawasan yang konsisten dan kolaborasi dari seluruh pihak,” pungkas Fakhri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *