Jakarta – Upaya pengembangan kawasan wisata Mandeh terus digenjot Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan dengan harapan menarik investasi dari pemerintah pusat. Salah satu langkahnya adalah audiensi dengan Badan Kebijakan Transportasi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Jakarta, Kamis (17/7/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, memaparkan potensi pengembangan Water Aerodrome atau bandar udara air di kawasan wisata strategis Mandeh. Ia menekankan pentingnya dukungan pemerintah pusat dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur penunjang, khususnya Water Aerodrome, untuk mendorong percepatan pariwisata.

Hendrajoni menjelaskan, kawasan Mandeh memiliki potensi luar biasa sebagai destinasi wisata unggulan. Hal itu disampaikannya saat audiensi di Kantor Pusat Badan Kebijakan Transportasi Kemenhub.

Pada Sabtu (19/7/2025), Hendrajoni mengungkapkan bahwa Pesisir Selatan memiliki kekayaan alam yang luar biasa. “Kabupaten Pesisir Selatan ini termasuk salah satu daerah termiskin di Sumatera Barat. Tapi kami punya kekayaan alam luar biasa. Laut, gunung, sawah, semua lengkap. Makanya kami dijuluki negeri sejuta pesona,” katanya.

Ia menjelaskan, pendapatan asli daerah (PAD) Pesisir Selatan saat ini sebagian besar bergantung pada sektor pertanian dan pariwisata. Oleh karena itu, pengembangan sektor pariwisata menjadi kunci dalam mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Menurut Hendrajoni, kawasan Mandeh memiliki daya tarik yang sangat tinggi bagi wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Bahkan, kawasan itu memiliki potensi unik untuk menjadi lokasi pendaratan pesawat amfibi atau water plane, yang dapat membuka akses langsung ke destinasi wisata dari berbagai daerah.

Hendrajoni mengungkapkan, secara geografis dan alam, kawasan Mandeh sangat memungkinkan dibangun Water Aerodrome. Ia mengatakan pada Sabtu (19/7/2025), “Kami sudah pernah melihat pesawat mendarat di laut di kawasan itu. Artinya, secara geografis dan alam, tempat ini sangat memungkinkan dibangun Water Aerodrome. Hanya saja kami terkendala efisiensi anggaran.”

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sebagai kepala daerah, ia selalu terbuka dan proaktif terhadap berbagai ide serta inisiatif dari pemerintah pusat yang bisa membantu membangun Pesisir Selatan. Kunjungannya ke Kemenhub merupakan salah satu bentuk nyata dari usaha tersebut.

Ia juga mengatakan, sebagai bupati, pihaknya berani bermimpi besar. “Kami berani bermimpi besar. Sebagai bupati, kami berusaha datang langsung, menjelaskan, menyampaikan apa yang kami punya dan apa yang kami butuhkan. Salah satunya adalah rencana pembangunan bandar udara di kawasan wisata Mandeh ini,” ujarnya.

Ia berharap audiensi tersebut dapat membuka jalan bagi kerja sama konkret antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam membangun infrastruktur transportasi berbasis pariwisata. Menurutnya, Water Aerodrome bisa menjadi solusi efisien dan strategis untuk memperluas konektivitas menuju Mandeh.

Hendrajoni menambahkan, jika Water Aerodrome terwujud, akses ke Mandeh akan jauh lebih mudah. “Kalau ini terwujud, akses ke Mandeh akan jauh lebih mudah. Ini tentu akan meningkatkan kunjungan wisatawan dan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Hendrajoni juga menyampaikan apresiasinya kepada jajaran Kemenhub, khususnya Kepala Pusat Kebijakan Prasarana Transportasi dan Integrasi Moda, Capt. Novyanto Widadi, beserta seluruh staf, atas sambutan dan perhatian terhadap aspirasi dari daerah.

Di akhir pernyataannya, ia menegaskan bahwa Pesisir Selatan siap mendukung penuh setiap langkah teknis yang diperlukan untuk merealisasikan pembangunan Water Aerodrome di Mandeh.

“Kami akan siapkan data, lahan, dan dukungan dari masyarakat. Ini adalah upaya bersama demi masa depan Pesisir Selatan,” pungkasnya pada Sabtu (19/7/2025).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *