Agam – Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tercoreng dengan dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa sekolah dasar. Akibatnya, sebanyak 54 siswa harus mendapatkan perawatan medis hingga Rabu (1/10/2025) malam.
Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, M Lutfi, menjelaskan bahwa puluhan siswa yang diduga keracunan berasal dari tiga sekolah dasar. Saat ini, pihaknya tengah melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang terlibat.
“Sampai Rabu (1/10/2025) malam ini ada 54 anak yang tersebar di 5 sekolah. Kami sedang mendata,” ujar Lutfi.
Lutfi menambahkan, mayoritas siswa mengeluhkan gejala seperti mual, sakit perut, dan muntah-muntah. Para siswa tersebut kini tengah mendapatkan penanganan medis di Puskesmas Manggopoh, RS Lubuk Basung, dan RS Siti Bunda. “Sedang ditangani di 3 tempat,” jelasnya.
Menurut Lutfi, gejala yang dialami para siswa mulai dirasakan sejak pukul 14.00 WIB. Siswa-siswa tersebut secara bergantian dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat. “Siang makan, lalu informasi awal gejala dimulai pukul 14.00 WIB,” katanya.
Lebih lanjut, Lutfi menjelaskan bahwa sumber makanan yang dikonsumsi para siswa berasal dari satu dapur MBG yang sama, yang dikelola oleh badan usaha milik nagari. “Kami sedang men-tracking untuk anak-anak yang mendapatkan MBG pada siang tadi. Tim dokter juga sedang analisis ke laboratorium,” imbuhnya.










