Payakumbuh – Antusiasme masyarakat Sumatera Barat terhadap olahraga berkuda mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya dari promotor penyelenggara pacu kuda profesional SARGA.CO. Hal itu disampaikan bersamaan dengan keberhasilan penyelenggaraan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Cup II 2025 di Gelanggang Kubu Gadang, Payakumbuh, Minggu (28/9/2025).
Co-Founder & CEO SARGA.CO, Aseanto Oudang, menyampaikan apresiasinya atas minat tinggi masyarakat Sumbar terhadap olahraga berkuda. “Sekitar 40 ribu lebih warga datang meski dengan cuaca sedikit hujan. SARGA siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan pihak manapun untuk kemajuan olahraga berkuda,” kata Aseanto pada Minggu (28/9/2025).
Aseanto menambahkan, olahraga pacu kuda telah menjadi tradisi turun temurun di Sumatera Barat sehingga akan mempermudah memfasilitasi kegiatan ini ke depannya. “Kami diberitahu, bahwa olahraga berkuda sudah ada sejak 1889 di Sumbar yang kemudian di 1909 didirikan Gelanggang Kubu Gadang di Payakumbuh. Ini luar biasa,” pungkasnya.
Sementara itu, keberhasilan penyelenggaraan IHR Cup II 2025 mendorong Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi) merencanakan pembangunan arena pacu kuda berstandar internasional di Sumatera Barat.
Ketua Umum Pordasi, Aryo Djojohadikusumo mengungkapkan, hingga saat ini belum ada lintasan di Sumbar yang sepenuhnya memenuhi standar global. “Kami segera mengupayakan lapangan bertaraf internasional di Sumatera Barat. Saat ini gelanggang yang mendekati spesifikasinya baru di Sawahlunto,” ujarnya saat konferensi pers pada Minggu (28/9/2025).
Aryo menjelaskan, arena berstandar internasional membutuhkan lintasan minimal 1.400 meter dengan lebar start yang mampu menampung 16 ekor kuda, serta fasilitas pendukung seperti transportasi dan penginapan. “Sawahlunto memiliki panjang lintasan yang cukup, tetapi lebarnya belum memenuhi syarat. Di samping itu, dukungan sarana dan prasarana juga harus dipenuhi,” jelasnya.
Lebih lanjut, Aryo menambahkan, Pordasi telah menindaklanjuti rencana pembangunan gelanggang baru di Padang, tepatnya di kawasan Lapangan Udara Tabiang. “MOU dengan kementerian sudah pernah dilakukan. Saat ini kami berkoordinasi dengan TNI AU untuk pengadaan lahan di Tabiang, namun prosesnya tentu membutuhkan waktu,” katanya.











