Padang – Wali Kota Padang, Fadly Amran, menggagas program beasiswa S1 ke luar negeri bagi pelajar SMA berprestasi di Kota Padang. Hal itu disampaikan dalam forum pertemuan dengan para guru besar dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) se-Indonesia di Rumah Gadang Baiturrahmah, Jumat (26/9/2025).

Sebanyak 21 perwakilan dari berbagai universitas, termasuk Universitas Hasanuddin (Unhas), turut hadir dalam pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, Fadly Amran memaparkan visi utama Kota Padang untuk menjadi kota tujuan yang sehat, pintar, dan melayani.

Fadly menyoroti bahwa selama ini beasiswa S1 masih terbatas dibandingkan dengan beasiswa S2 dan S3. “Beasiswa S2 dan S3 sudah banyak, tapi untuk S1 ini masih terbatas. Ini adalah cita-cita pribadi yang ingin saya tularkan menjadi cita-cita kota,” ujar Fadly, Jumat (26/9/2025).

Fadly juga meminta dukungan dari para guru besar untuk menjajaki kemungkinan skema beasiswa double degree. Ia meyakini bahwa potensi anak muda Padang sangat besar dan mampu bersaing di kancah internasional. “Saya yakin kita tidak kekurangan anak-anak yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk kuliah di luar negeri,” imbuhnya.

Untuk menjamin transparansi, Fadly menjelaskan bahwa proses seleksi beasiswa rencananya akan dilakukan secara langsung di Padang. Selain itu, di awal sambutannya, Fadly juga menceritakan sejarah singkat Rumah Gadang Baiturrahmah yang didirikan oleh ayahnya, seorang pengusaha yang ingin mengabdi di bidang pendidikan. “Ayah saya adalah seorang pengusaha yang di usia 50-an ingin mengabdi lewat pendidikan. Beliau terinspirasi dari sekolah-sekolah Muhammadiyah,” ungkapnya.

Ketua Majelis Dewan Guru Besar, Muhammad Baiquni dari UGM, memberikan apresiasi terhadap visi yang dipaparkan oleh Fadly Amran. Ia menilai Wali Kota Padang sebagai sosok inspiratif yang mampu memadukan jiwa pengusaha dengan kapasitas birokrat dalam membangun berbagai sektor. Baiquni juga terkesan dengan komitmen Fadly terhadap pendidikan generasi muda.

Baiquni memuji inspirasi Fadly Amran yang ingin memberikan beasiswa untuk generasi muda yang ingin belajar di universitas nasional maupun internasional, atau perpaduan keduanya sehingga adik-adik terbaik nanti akan terseleksi untuk bisa mendapatkan pendidikan tinggi di kampus-kampus terbaik di Indonesia, dan double degree dengan luar negeri.

Dalam pertemuan tersebut, para guru besar juga menghasilkan Deklarasi Padang yang menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menegakkan keadilan, kemartabatan, dan kedaulatan bangsa. Inti dari deklarasi ini adalah tugas insan akademis untuk memuliakan kemanusiaan dan melestarikan lingkungan hidup.

Baiquni berharap, pertemuan Jumat (26/9/2025) ini menjadi langkah awal yang konkret bagi Kota Padang untuk mewujudkan visi pendidikannya, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *