Cerenti – Puluhan rakit penambangan emas ilegal (PETI) yang masih beroperasi berhasil diungkap oleh Polres Kuantan Singingi (Kuansing) bersama Direktorat Samapta Polda Riau melalui patroli udara menggunakan drone canggih. Upaya ini merupakan bagian dari peningkatan pemberantasan praktik PETI di wilayah tersebut.

Operasi PETI 2025 ini difokuskan di Lapangan Kampung Baru Timur, Kecamatan Cerenti, yang dikenal sebagai salah satu area rawan aktivitas PETI. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam patroli tersebut, sejumlah personel terlatih diterjunkan, termasuk Bripda Fauzi Rahmat, Bripda Prendi P. Nainggolan, Bripda Hafiz Fadilah, serta dukungan dari satuan Mabes Polri. Drone diterbangkan untuk menyisir aliran sungai di wilayah hukum Polres Kuansing.

Dari hasil penyisiran, ditemukan sekitar 30 rakit yang diduga kuat masih aktif melakukan PETI di beberapa titik aliran sungai. Temuan ini kemudian dicatat sebagai data strategis untuk langkah penindakan lebih lanjut.

Kapolres Kuansing, AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa patroli udara seperti ini akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini sebagai wujud komitmen Polri dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menegakkan hukum tanpa kompromi. “Dengan teknologi drone, jangkauan pengawasan kami semakin luas dan efisien. Fakta bahwa masih ada puluhan rakit PETI yang beroperasi menunjukkan bahwa pekerjaan kita masih panjang. Tapi kami tidak akan mundur,” ujarnya.

Selain itu, Kapolres mengimbau seluruh warga untuk tidak terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. “Kami mengimbau seluruh warga untuk tidak terlibat dalam aktivitas tambang ilegal. Tidak hanya melanggar hukum, kegiatan ini juga merusak ekosistem sungai dan mengancam kehidupan generasi mendatang,” imbuhnya.

Pada Minggu (7/9/2025), AKBP R. Ricky Pratidiningrat, S.I.K., M.H., menambahkan, Polres Kuansing bersama Polda Riau tidak hanya berkomitmen pada penindakan hukum, tetapi juga pada edukasi masyarakat. “Polres Kuansing bersama Polda Riau berkomitmen tidak hanya pada penindakan hukum, tetapi juga pada edukasi masyarakat. Kami ingin warga beralih ke mata pencaharian yang legal, aman, dan ramah lingkungan,” pungkas Kapolres.

Langkah strategis ini menunjukkan bahwa penegakan hukum berbasis teknologi menjadi andalan dalam memerangi tambang ilegal yang selama ini sulit dijangkau oleh patroli darat konvensional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *