Riau – Polda Riau melalui Direktorat Intelkam (Dit Intelkam) berupaya mewujudkan ketahanan pangan di Riau melalui program “Galpok” (Penggalangan Kelompok). Inisiatif ini merupakan dukungan terhadap program prioritas nasional “Asta Cita” Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam bidang swasembada beras.
Subdit Ekonomi Dit Intelkam menjelaskan pada Rabu (3/9) bahwa program ini menyasar kelompok tani (Gapoktan) dan organisasi PERPADI di seluruh provinsi. Fokus utama adalah mengoptimalkan lahan tidur menjadi sawah produktif, dengan tujuan menciptakan lumbung padi baru di 12 kabupaten/kota se-Riau.
“Salah satu lokasi strategis berada di Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir, yang kini menjadi model pengembangan swasembada pangan lokal berbasis kemandirian petani,” jelasnya.
Selain itu, Dit Intelkam mendorong transformasi petani dari sekadar penanam gabah menjadi produsen beras mandiri. Upaya ini diwujudkan melalui fasilitasi pelatihan, akses penggilingan, dan distribusi lokal, sehingga petani dapat mengelola hasil panennya secara mandiri.
Menurutnya, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi petani, sekaligus menjaga ketersediaan dan stabilitas harga beras di pasar lokal. Pendekatan ini juga menjadi langkah preventif terhadap praktik curang seperti peredaran beras oplosan.
Strategi yang diterapkan Subdit Ekonomi Dit Intelkam adalah kombinasi intelijen sosial, pendekatan kolaboratif dengan petani, dan pemanfaatan lahan secara optimal. Hal ini dilakukan demi menjaga stabilitas ekonomi daerah.
“Program ini tidak hanya mengatasi masalah ketahanan pangan jangka pendek, tetapi juga menanamkan pondasi menuju kedaulatan pangan jangka panjang,” tutupnya.
Dengan mendekatkan petani pada alat produksi dan akses pasar yang adil, Riau diharapkan dapat bertransformasi menjadi produsen pangan unggulan nasional, tidak lagi hanya sebagai wilayah konsumen.
Upaya Dit Intelkam melalui Subdit Ekonomi Polda Riau ini merupakan implementasi visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, terutama pada poin prioritas ketiga, yaitu “Mewujudkan kedaulatan pangan, energi, air, ekonomi digital, dan ekonomi kreatif”.
Subdit Ekonomi Dit Intelkam menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan masyarakat, kelompok tani, dan stakeholder lokal demi menjadikan Riau sebagai pilar penting dalam peta kemandirian pangan Indonesia.











